Nilai impor Kalsel selama Desember sebesar 81,46 juta dolar AS, sedangkan November mencapai 106,21 juta dolar AS
Banjarbaru (Antaranews Kalsel) - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, nilai impor di Kalimantan Selatan pada Desember 2016 mengalami penurunan sebesar 23,30 persen jika dibanding impor pada bulan sebelumnya.

"Nilai impor Kalsel selama Desember sebesar 81,46 juta dolar AS, sedangkan November mencapai 106,21 juta dolar AS," ujar Kepala BPS Kalsel Diah Utami di Kota Banjarbaru, Rabu.

Ia mengatakan, jika dibandingkan periode yang sama bulan Desember 2015, impor Kalsel juga mengalami penurunan sebesar 28 persen yang saat itu nilainya mencapai 113,5 juta dolar AS.

Disebutkan, sepanjang 2016, nilai impor Kalsel mencapai 0,94 miliar dolar AS dan nilai itu mengalami penurunan sebesar 32,42 persen dibanding 2015 dengan nilai 1,39 miliar dolar AS.

"Turun naik nilai impor berkisar 1-51 persen. Penurunan impor terbesar terjadi pada Januari mencapai 29,98 persen disebabkan penurunan impor kelompok bahan bakar mineral," ucapnya.

Menurut dia, komoditi utama impor Kalsel terdiri dari kelompok bahan bakar mineral dengan nilai 73,51 juta dolar AS, kapal laut 4,30 juta dolar AS dan mesin/peralatan mekanik 2,11 juta dolar AS.

"Negara pemasok impor Kalsel yakni Singapura dengan nilai 47,58 juta dolar AS, Malaysia sebesar 27,07 juta dolar AS dan Tiongkok dengan nilai 5,01 juta dolar AS," sebutnya.

Sementara itu, nilai ekspor Kalsel pada Desember 2016 naik sebesar 16,22 persen atau 691 juta dolar AS dibanding nilai ekspor bulan November sebesar 594,56 juta dolar AS.

Sepanjang 2016, nilai ekspor menurut pelabuhan muat di Kalsel mencapai 5,30 miliar dolar AS atau turun 6,02 persen dibanding nilai ekspor 2015 mencapai 5,564 miliar AS.

"Neraca perdagangan ekspor impor Kalsel Desember 2016 surplus 609,54 juta dolar AS, lebih besar dibandingkan negara perdagangan November yang surplus 488,35 juta dolar AS," katanya.


Pewarta: Oleh Yose Rizal
Editor : Hasan Zainuddin

COPYRIGHT © ANTARA 2026