Para seniman yang tergabung dalam Kolompok Halilintar menggugat penguasa lewat seni monolog dengan judul 2000+25= s.o.s! yang dipentaskan di gedung Balairung Sari, Taman Budaya Kalimantan Selatan Jumat malam.


"Ya dalam monolog 2000+25 = SOS itu kami para seniman menggugat penguasa dan pengusaha yang ingin mengeruk keuntungan dengan mengeksplorasi pegunungan Meratus yang selama ini didiami beberapa kelompok adat Dayak Meratus," kata YS Agus Suseno, penulis karya sastra tersebut usai pentas.

Seniman yang akrab disapa Agus tersebut menjelaskan presentasi teater monolog tersebut dalam rangka hari jadi Kelompok Halilintar yang ke tujuh tahun yang berdiri pada 2005 lalu.

2000+25 = S.O.S bercerita tentang keinginan penguasa dan pengusaha sekitar tahun 2000-2005 untuk mengeksplorasi hutan yang ada di Pegunungan Meratus yang memang mengandung kekayaan hutan dan tambang.

"Dari Eksplorasi itu banyak kerugiannya berupa banjir dan hilangnya budaya adat Dayak dalam mengelola alam dengan kearifan lokal," kata Agus.

Lakon monolog dengan aktor sekaligus sutradara Andi Sahludin itu mampu menyedot perhatian sekitar seratus pengunjung yang terdiri tokoh seniman, mahasiswa, dan para penggiat seni di Taman Budaya Kalsel termasuk Ketua PWI Kalsel, Fathurrahman yang datang bersama istri mengaku sebagai penikmat seni. 

Dalam sinopsisnya susana mencekam, merupakan "bau kematian" ia datang...tertatih mempertahankan martabat, mempertahan kedaulatan.

Ia harus bicara, memang harus bicara, bukan kepada manusia, sebab manusia tidak dapat dipercaya, ia hanya bicara pada Ning Dewata, kepada sarunai bambu, dan gendang yang tak lagi bertalu, kepada Gong dan giring-giring yang tak lagi berpadu.

Juga pada lalaya dan lilihi yang tak lagi ada, ia berharap arwah datu-datu yang kuburannya tergusur dapat mendengar.

Namun hanya segelintir kepala adat atau kepala Balai Adat Dayak yang mampu menolak selebihnya "hanyut" oleh bujuk rayu investor yang mengeruk isi perut Pegunungan Meratus yang terhampar dari Kabupaten Banjar sampai ke Kabupaten Tabalong.

Menuerut Wikipedia beberapa suku Dayak yang mendiami Pegunaungan Meratus diantaranya yaitu Dayak Pitap, Dayak Alai, Dayak Hantakan Dayak Labuan Amas,Dayak Loksado, Dayak Harakit dan lainya. Asm/B




Editor : Ulul Maskuriah

COPYRIGHT © ANTARA 2026