Anggota Komisi VI DPR-RI berharap pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan terus mendorong petani untuk membuka lahan pertanian baru maupun meningkatkan produksi padi mendukung ketahanan pangan nasional.
Hal tersebut disampaikan Anggota DPR-RI Komisi VI dari daerah pemilihan Kalsel Syaipullah Tamliha di Banjarmasin, Rabu.
Menurut dia, secara nasional pemerintah pusat memprogramkan pembukaan lahan baru seluas 500 ribu hektare untuk seluruh provinsi.
Namun hingga kini, pembukaan lahan baru tersebut baru terealisasi sekitar 232 ribu hektare sehingga masih tersisa 268 ribu hektare.
"Saya harap sisa pembukaan lahan yang belum tergarap tersebut bisa diserap oleh petani Kalsel, mengingat potensi daerah ini masih sangat luas," katanya.
Menurut dia, dalam satu hektare, petani bisa mendapatkan bantuan untuk pembukaan lahan baru sebesar Rp8 juta, bila Kalsel mampu menyerap dana tersebut sebesar-besarnya bukan hanya akan meningkatkan kesejahteraan petani juga bisa memperkuat stok pangan Kalsel.
Menanggapi hal tersebut, Gubernur Kalsel Rudy Ariffin mengatakan, keinginan tersebut disambut baik dan akan diupayakan semaksimal mungkin.
Hanya saja, kata dia, Pemprov Kalsel juga minta agar komisi VI terus memperjuangkan pembangunan saluran irigasi primer maupun sekunder yang hingga kini belum kunjung selesai.
"Kita ingin saluran irigasi baik itu bendung, polder Alabio dan beberapa polder lainnya pembangunannya diselesaikan," katanya.
Sebab, kata dia, tanpa saluran irigasi yang baik Kalsel akan sulit untuk bisa memaksimalkan program peningkatan produksi padi dan pencetakan sawah baru.
Apalagi, kata dia, Kalsel mendapatkan jatah tujuh persen untuk memenuhi target nasional yaitu surplus beras 10 juta ton pada 2014.
Jadi kita diminta menyumbang beras 700 ribu ton hingga 2014," katanya./B
Editor : Ulul Maskuriah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.