Satu orang warga Kota Banjarmasin Kalimantan Selatan, positif mengidap penyakit difteri setelah dilakukan pemeriksaan di laboratorium Surabaya.
Kepala Dinas Kesehatan Kalimantan Selatan Rosihan Adhani di Banjaramsin, Rabu mengatakan, sebelumnya dahak penderita tersebut diperiksa di laboratorium di Banjarmasin.
Namun karena peralatan yang kurang memadai, akhirnya pemeriksaan tersebut dilanjutkan ke laboratorium di Surabaya.
"Hasilnya dari beberapa sampel dahak yang diperiksa, terdapat satu dahak positif difteri dan lima orang suspek difteri," katanya.
Saat ini, kata dia, laboratorium tersebut juga sedang melakukan pemeriksaan terhadap dahak beberapa warga dari beberapa kabupaten di Kalsel seperti di Tanah Laut dan beberapa daerah lainnya.
Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan selain itu juga untuk memastikan apakah Kalsel masih aman dari serangan penyakit mematikan tersebut.
"Kita berharap masyarakat selalu menjaga kesehatan dan pola makan serta pola hidup bersih baik di rumah maupun lingkungan," katanya.
Rosihan memperkirakan, difteri yang kini dialami masyarakat Banjarmasin dan suspek oleh sebagian masyarakat Banjarbaru tersebut bawaan dari Jawa Timur.
Menurut Rosihan, saat ini di provinsi tersebut telah dinyatakan kejadian luar biasa bagi penyebaran penyakit yang penularannya lewat udara tersebut.
Menurut Rosihan, difetri adalah infeksi akut pada saluran pernapasan bagian atas yang biasanya dominan menyerang anak-anak.
Biasanya, yang diserang adalah bagian tubuh tonsil, faring, hingga laring yang merupakan saluran pernapasan bagian atas.
Penularan penyakit tersebut cukup cepat, sehingga masyarakat yang berada di lingkungan yang terkena penyakit tersebut harus segera diimunisasi.
Sementara penularannya dengan cara kontak langsung maupun tidak langsung, selain itu juga melalui air ludah yang beterbangan saat penderita berbicara, batuk atau bersin membawa serta kuman difteri.
Melalui pernapasan kuman masuk ke dalam tubuh orang di sekitarnya, maka terjadilah penularan penyakit difteri dari seorang penderita kepada orang-orang di sekitarnya./B
Editor : Ulul Maskuriah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.