Syukuran yang diikuti sekitar 50 orang petani ditandai dengan pemipilan jagung secara simbolis oleh para petani bertempat di Pasar Kambat Utara, Kecamatan Pandawan Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Rabu.
Hadir pada acara tersebut Kepala BPP Pandawan H Joko Suwito, Penyuluh Lapangan Syafrudin, Perwakilan Perusahaan Mitra Petani PT. Tanindo Slamet, Kepala Desa Kambat Utara Muaz dan Ketua Gapoktan Tirta Kencana Hajeri.
Kepala BPP Pandawan dalam sambutannya mengatakan keberhasilan panen jagung yang telah di raih Gapoktan Tirta Kencana, sangat menunjang program pemerintah kabupaten HST dalam memanfaatkan lahan rawa untuk pertanian serta peningkatkan kesejahteraan keluarga petani.
Saat ini di HST terdapat sekitar 212 hektar lahan potensial tanaman jagung dan sebagian besarnya lahan rawa sedangkan baru tergarap baru sekitar 45 hektar termasuk lahan di sungai Kamis Kambat Utara yang digarap.
“Target penanaman mendatang diharapkan akan tergarap 39 hektar khusus dikecamatan Pandawan dan kecamatan Labuan Amas Utara dan pemerintah bersama pihak perusahaan mitra akan senantiasa memberikan bantuan benih dan pendampingan,â€katanya.
Menurutnya penanaman jagung hibrida bisi-16 sangat cocok di lahan pertanian rawa Kecamatan Pandawan karena biaya produksinya murah, sarana dan pola tanam sederhana yagn telah didukung kesuburan tanah rawa sehingga dari 7 ton jagung bertangkai akan diperoleh sekitar 4.5 hingga 5 ton jagung pipil kering berkualitas dengan harga menjanjikan.
Keunggulan bibit Bisi-16 antara lain lebih tahan penyakit bulai, tongkol besar dan seragam, biji jagung menancap dalam dan janggel kecil serta kelubut menutup rapat sampai ujung.
Perwakilan Perusahaan Mitra Petani PT. Tanindo Slamet menuturkan produk jagung kambat utara terbaik dan berkualitas tinggi mengingat kadar air yang rendah, tidak mudah berjamur dan karena dipipil manual dengan tangan cekatan petani bukan dengan mesin.
Menurut dia, setelah dipanen jagung harus dijemur agar cepat diperoleh biji pipil kering untuk dipasarkan dan tidak ditampung dalam karung karena dikhawatirkan berjamur.
Adapun pemasarannya sangat mudah karena sudah ada pabrik pakan ternak baik di Amuntai atau pun di Pelaihari.
“Untuk harga biji jagung pipil kering dengan kadar air 17 persen harga Rp 3.500,- dan untuk kadar airnya 25 persen berada dikisaran Rp2.700 hingga Rp. 2.500,†katanya.
Petanipun tidak akan risau karena saat ini kebutuhan pakan ternak dari bahan jagung setiap tahunnya sudah mencapai 83 ribu ton per tahun sementara pemenuhannya dari produksi local belum mencukupi sehingga peningkatan produksi jagung petani juga menjadi mata rantai keberhasilan bidang peternakan secara Nasional. (Fat/B
Editor : Ulul Maskuriah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.