Air limbah yang masuk ke tangki diproses melalui tujuh tahapan, sehingga saat dibuang tidak berdampak sedikitpunKotabaru (Antaranews Kalsel) - Pemerintah Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan, membangun tangki untuk pengolahan limbah yang berfungsi sebagai filter mekanis untuk umum atau tangki biofilter komunal.
Kepala Dinas Cipta Karya, Permukiman, dan Perumahan Kotabaru Akhmad Rivai di Kotabaru, Selasa, mengatakan tanki biofilter komunal yang dibangun di Kelurahan Baharu Selata, Kecamatan Pulau Laut Utara itu, berfungsi mengolah air limbah domestik agar tidak mencemari lingkungan.
"Ini program nasional dan baru satu-satunya di Kotabaru sebagai percontohan," ujarnya.
Pembangunan tangki biofilter komunal merupakan bagian dari upaya pencapaian target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019 bidang Cipta Karya 100 persen-0 persen-100 persen, yakni 100 persen akses air minum, nol persen kawasan pemukiman kumuh, dan 100 persen akses sanitasi layak.
Melalui jaringan pipa, air limbah dari rumah-rumah warga di sekitarnya dialirkan ke tangki untuk diolah sebelum dibuang ke sungai.
"Air limbah yang masuk ke tangki diproses melalui tujuh tahapan, sehingga saat dibuang tidak berdampak sedikitpun," katanya.
Namun, dari rencana semula 50 rumah yang akan dikoneksikan, saat ini baru terealisasi 13 rumah. Hal itu disebabkan dana tidak mencukupi karena kebijakan penghematan anggaran dari pemerintah pusat.
Untuk mengoptimalkan pemanfaatan sarana pengolahan air limbah itu, pihaknya akan mengupayakan pemasangan pipa ke rumah-rumah yang belum terkoneksi.
"Dananya bisa kita usulkan ke pemerintah pusat lagi atau bisa juga nanti dibiayai pemerintah daerah melalui APBD," katanya.
Pengelolaan tangki biofilter komunal akan diserahkan kepada masyarakat dengan membentuk suatu kelompok pengurus.
Seorang warga setempat, Kasim, menyambut baik adanya tangki biofilter komunal untuk mengatasi pembuangan limbah rumah tangga langsung ke sungai.
Pewarta: Imam HanafiEditor : Hasan Zainuddin
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.