Dewan Pimpinan Wilayah Partai Keadilan Sejahtera Provinsi Kalimantan Selatan akan menggelar dialog kerakyatan.
        
Dialog kerakyatan dimaksudkan untuk mengetahui permasalahan pembangunan daerah dan masyarakat Kalsel selama ini, ujar Pejabat sementara Ketua DPW PKS tingkat provinsi tersebut, Ibnu Sina, di Banjarmasin, Sabtu.
        
Selain itu, dialog itu untuk menyerap secara dini aspirasi masyarakat Kalsel dalam upaya meningkatkan hasil-hasil pembangunan di provinsi yang terdiri 13 kabupaten/kota dan kini berpenduduk sekitar 3,6 juta jiwa.
        
Oleh karena itu, dialog kerakyatan yang digelar di penghujung Musyawarah Wilayah (Muswil) II PKS Kalsel tersebut, terbuka bagi semua warga masyarakat Kalsel.
        
Begitu pula dalam hubungannya dengan materi dan permasalahan yang akan diangkat dalam dialog kerakyatan tersebut, DPW PKS Kalsel sengaja mengambil tema, "Kalsel Outlook 2014".
        
Dalam dialog tersebut selaku narasumber selain Pjs Ketua DPW PKS Kalsel sendiri, juga akan menghadirkan tokoh pengusaha muda, Ichwan Ramlan dari Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kalsel.
        
Begitu pula pada dialog yang akan digelar 16 Oktober 2010 itu, rencananya menghadirkan H. Adjim Ariyadi, seorang seniman dan budayawan "Bumi Perjuangan Pangeran Antasari" Kalsel.
        
Adjim yang juga mantan aktivis Pelajar Islam Indonesia (PII) itu diharapkan bisa menarik "benang merah" antara nilai-nilai seni dan budaya dengan upaya meningkatkan pembangunan daerah dan masyarakat Kalsel.
        
"Kita berharap dari dialog tersebut bisa menjadi masukkan bagi pemerintah provinsi (Pemprov) Kalsel dalam membuat kebijakan guna meningkatkan keberhasilan pembangunan daerah dan masyarakat setempat," demikian Ibnu Sina.
        
Sementara itu kegiatan Muswil II PKS Kalsel sendiri dijadwalkan mulai 13 Oktober 2010 selama empat hari, untuk pemilihan dan pergantian DPW partai politik tingkat provinsi tersebut.


Editor : Abdul Hakim Muhiddin

COPYRIGHT © ANTARA 2026