PT PLN (Persero) Wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah, menyiapkan satu tim khusus yang diberi nama 'tim elit' Pekerjaan Dalam Keadaan Bertegangan (PDKB).


"Tim itu akan diturunkan memulihkan kerusakan jaringan listrik tegangan tinggi tanpa harus memutus aliran listrik," ujar General Manager PT PLN Kalselteng, Yudi Setio Wicaksono di Banjarbaru, Kamis.


Ia mengatakan hal itu usai mengukuhkan tim elit dalam rangkaian peringatan Hari Listrik Nasional ke-66 yang dipusatkan di halaman kantor PT PLN Kalselteng di Jalan Panglima Batur Barat Banjarbaru.


Menurut dia, tim elit yang diperkuat 11 personil siap diturunkan memperbaiki kerusakan jaringan listrik tegangan tinggi tanpa mematikan aliran listrik sehingga pelayanan kepada pelanggan tidak terganggu.


Selama ini, kata dia, apabila terjadi gangguan terutama pada jaringan listrik tegangan tinggi maka untuk memperbaikinya aliran listrik akan dimatikan sehingga berdampak pada pemadaman listrik.


"Namun, tim itu akan diturunkan memperbaiki kerusakan tanpa harus memutus aliran listrik sehingga listrik di rumah-rumah pelanggan tetap menyala," ujarnya didampingi Manager Transmisi dan Distribusi, Sumaryadi.


Ditambahkan Sumaryadi, tim elit itu akan diturunkan memperbaiki kerusakan listrik pada tegangan 150 ribu volt yang merupakan aliran listrik tegangan tinggi dan tersebar di pinggiran kota.


Dikatakan, setiap anggota tim memiliki keahlian khusus memperbaiki kerusakan listrik pada saluran udara tegangan tinggi (SUTT) disamping peralatan yang memenuhi standar keselamatan.


"Perbaikan dilakukan baik menggunakan alat maupun memegang langsung kabel listrik bertegangan tinggi itu, sehingga anggota tim harus memiliki keahlian ditunjang peralatan yang sesuai standar," ujarnya.


Ditekankan, faktor keselamatan merupakan hal utama yang wajib dipegang anggota tim sehingga mereka harus mengetahui potensi bahaya dalam menjalankan setiap tugas yang diperintahkan.


Dijelaskan, tim dalam melaksanakan tugasnya memiliki standar operasional prosedur yang harus dijalani sehingga bisa mengurangi dampak atau mencegah bahaya yang mengancam keselamatan.


"Sebelum bekerja, tim membuat analisis keamanan kerja mengacu standar keselamatan sehingga dalam tugasnya bisa menghindari potensi bahaya yang mungkin ditimbulkan jaringan listrik bertegangan tinggi," ujarnya.


Oleh karenanya, lanjut dia, setiap anggota tim yang akan dijadikan cikal bakal 'tim elit' PDKB itu dilengkapi peralatan sesuai standar keselamatan yang harganya miliaran rupiah.


"Kami masih menunggu peralatan yang dibeli dari Eropa atau Brasil dengan harga yang cukup mahal sebesar Rp6 miliar sehingga bisa menunjang tugas tim khusus itu," katanya.zal/B




Editor : Ulul Maskuriah

COPYRIGHT © ANTARA 2026