Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan berupaya meningkatkan produksi dan produktifitas padi gunung atau padi gogo dari sekitar 2,7 ton per hektar menjadi 3 ton per hektar.
Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura kabupaten Tapin, Syaiful Anwar, Selasa, mengatakan saat ini Tapin masih menjadi salah satu sentra tanaman padi gogo dengan varietas lokal padi duyung dengan luas lahan sekitar 3 ribu hektar.
"Untuk meningkatkan produksi dan produktifitas padi gogo, diperlukan benih padi gogo dengan varietas unggul," ujarnya.
Karena padi gogo varietas lokal tidak dapat ditingkatkan produksinya, dan hasilnya tidak sebanyak varietas unggul.
Menurut dia, salah satu kendala pengembangan tanaman lahan kering padi gogo yang dihadapi para petani saat ini adalah, mulai terbatasnya ketersedian lahan kering hingga membuat tanaman padi gogo tidak bisa diperluas.
Kondisi terebut, ujar dia, disebabkan oleh pesatnya pembangunan perumahan dan sarana yang lainnya di wilayah Tapin.
Sebagian besar lahan, lanjut Syaiful, banyak digunakan untuk keperluan perkebunan, terutama perkebunan kelapa sawit.
Karena itu, sangat diperlukan benih padi gogo varietas unggul.
Pada tahun ini, Kabupaten Tapin kembali mendapat alokasi dana dari APBD provinsi untuk pengembangan tanaman di lahan kering padi gogo seluas 300 hektar.
Kawasan yang sangat potensial untuk pengembangan padi gogo di Tapin antara lain, di Kecamatan Piani, Kecamatan Bungur dan Kecamatan Salam Babaris.
Syaiful berharap, pengembangan padi gogo ini nantinya dapat menutupi kekurangan permintaan hasil padi dilahan bawah atau persawahan irigasi yang kebutuhannya terus meningkat.eet/B
Editor : Ulul Maskuriah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.