Untuk itu, dia meminta kepada seluruh pelajar dan para pemuda di Bumi Ijejela untuk benar-benar meresapi nilai-nilai kebangsaan.
Salah satu cara untuk bisa meresapi nilai-nilai kebangsaan tersebut, terangnya, adalah dengan menghapal teks Pancasila.
“Pelajar dan pemuda harus wajib hapal teks pancasila. Dengan begitu, artinya merupakan bentuk nilai bangsa yang diresapi,†ujarnya saat membuka kegiatan Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan bagi Pemuda / Pelajar Tingkat Kabupaten Batola, tahun 2016, di Aula Mufakat, Kantor Bupati Batola, Selasa (1/11).
Selain itu, pria yang akrab disapa pak Jamidin ini juga meminta kepada para pelajar dan pemuda di Bumi Selidah untuk benar-benar menggunakan kesempata masa mudanya dengan melakukan kegiatan yang bermanfaat.
â€Dan jangan menggunakan narkoba. Kasian orangtua, bangsa dan negara ini kalau kalian mengkonsumsi Narkoba. Karena orangtua, bangsa dan negara berharap para pelajar dan pemuda sebagai penerus tongkat estafet pembangunan,†tegasnya.
Sementara itu, Bupati Batola H Hasanuddin Murad mengatakan, pemahaman terhadap empat pilar bangsa sangat penting mengingat, di dalamnya mengandung empat momen peristiwa besar yang mewarnai perjalanan sejarah bangsa ini sekaligus menjadi bagian utama kronologi terbentuknya Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Keempat peristiwa bersejarah tersebut, lanjutnya, adalah peristiwa sumpah pemuda tanggal 28 oktober 1928, penetapan pancasila pada tanggal 1 juni 1945, kemudian peristiwa proklamasi kemerdekaan republik indonesia tanggal 17 agustus 1945, dan pengesahan undang undang dasar 1045 pada tanggal 18 agustus 1945.
“Oleh sebab itu, melalui kegiatan sosialisasi ini harapan saya, nantinya mampu membuka wawasan dan pemahaman para pemuda dan pelajar di daerah ini, dan diharapkan juga nilai-nilai yang terkandung di dalam keempat pilar kebangsaan tersebut dapat tertanam, tumbuh dan mengakar kuat di dalam diri kita selaku putra-putri bangsa indonesia,†ujar bupati dalam sambutannya dibacakan Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra Setdakab Batola H Jamidin Praja.
Disamping itu, katanya lagi, melalui kegiatan ini diharapkan akan terbentuk sebuah benteng ketahanan mental bagi generasi muda dalam rangka melawan dan mencegah masuknya pengaruh negatif budaya dan ideologi asing.
“Di era globalisasi dan modernisasi yang ditandai dengan semakin pesatnya kemajuan dan perkembangan dunia teknologi informasi dan komunikasi seperti yang kita rasakan sekarang ini,†ucapnya.
Kegiatan dihadiri Kepala Badan Kesbangpollimas Batola Noripani, Polres Barito Kuala, dan Kodim 1005 Marabahan itu, Kasubid Kesatuan Bangsa, Badan Kesbangpollimas Batola Hj Masitah menyatakan, maksud diselenggarakannya kegiatan tersebut adalah untuk meningkatkan wawasan kebangsaan dikalangan pelajar dan generasi muda.
“Selain itu, memberikan pemahaman kepada para generasi muda tentang pentingnya wawasan kebangsaan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,†terangnya.
Dijelaskannya, peserta sosialisasi diikuti 60 orang pelajar dari SMAN, SMKN, dan MAN se- Batola, sedangkan narasumbernya dari Kodim 1005 Marabahan, dari Polres Barito Kuala, dan dari Pemkab Batola.
Pewarta: AriantoEditor : Imam Hanafi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.