Penyakit campak dan polio banyak menyerang warga Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, khususnya anak-anak karena itu harus ditangani agar tidak menimbulkan dampak lebih luas terhadap kesehatan masyarakat setempat.


Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin, drg Diah Ratna Praswasti di sela-sela acara pencanangan penanggulangan penyakit campak dan poliso, Selasa menyebutkan pertengahan Oktober 2011 ini sebanyak 24 kasus positif dinyatakan terkena penyakit campak dan polio.

Dalam acara bersamaan yang dihadiri Wali Kota Banjarmasin, Haji Muhidin dan penggerak PKK setempat, Ny Muhidin juga dilaksanakan peresmian Puskesmas perawatan di Alalak Selatan.

Menurut Diah Ratna, penyakit campak dan polio cukup berbahaya bagi anak, karena itu pemerintah dibantu masyarakat harus menanggulanginya.

Penanggulangan yang efektif terhadap penyakit tersebut adalah dengan memberikan setetes dosis imunisasi pada anak usia dini.

Melalui pencanangan penanggulangan penyakit tersebut diharapkan masyarakat bisa mengerti dan memahaminya sehingga upaya penanggulangan penyakit campak dan polio bisa teratasi dengan baik.

Pencanangan penanggulangan campak dan polio tersebut dengan mensosialisasikan pentingnya imunisasi bagi anak-anak usia dini.

Disebutkan pencanangan tersebut berlangsung sebulan dari 18 Oktober hingga 18 November 2011, bagi warga yang ingin mengimunisasikan anaknya tidak akan dipungut biaya alias gratis.

Sasaran imunisasi tersebut, 40.890 anak usia 0 hingga 59 bulan untuk imunisasi polio dan usia 0 hingga 59 bulan untuk imunisasi campak dan vitamin A.

Tempat pelaksanaan imunisasi itu di 380 Posyando, 26 Puskesmas, dan 34 Puskesmas pembantu serta di 315 taman kanak-kanak.hasan/B




Editor : Ulul Maskuriah

COPYRIGHT © ANTARA 2026