Provinsi Kalimantan Selatan membuka 4.216 pos imunisasi campak dan polio yang tersebar di 13 kabupaten dan kota dalam rangka menyukseskan program nasional kampanye pencegahan campak dan polio.


Pencanangan kampanye pencegahan campak dan polio tersebut dibuka oleh Wakil Gubernur Kalsel Rudy Resnawan di Desa Tambak Baru Kecamatan Martapura Kota Kabupaten Banjar, Selasa.

Pada pencanangan yang dihadiri ratusan orang warga sekitar tersebut, Wagub mengajak masyarakat agar membawa balita mereka untuk imunisasi campak dan polio.

Hal tersebut penting dilakukan, karena saat ini Indonesia belum bebas penyakit menular dan bisa membawa kematian tersebut.

"Kendati dalam tiga tahun terakhir di Kalsel tidak ditemukan kasus polio namun kita tetap harus waspada," katanya.

Diingatkan, campak merupakan salah satu penyakit  menular dan bisa dicegah dengan pemberian imunisasi campak sebanyak satu dosis untuk bayi usia 9 bulan.

Imunisasi campak cukup efektif untuk mencegah penyakit, namun pemberian 1 dosis masih menyimpan risiko karena adanya kelompok populasi yang rentan.

Hal tersebut disebabkan efektivitas vaksin pada dosis pertama ini hanya sebesar 85 persen.

Kampanye campak dengan sasaran balita usia 9 sampai 59 bulan, kata dia, merupakan upaya untuk menjangkau anak-anak yang belum diimunisasi rutin dan anak-anak yang rentan terhadap penyakit agar terlindung dari penyakit campak.

Kepala Dinas Kesehatan Rosihan Adhani mengatakan imunisasi campak diberikan kepada seluruh balita tanpa memandang status imunisasi sebelumnya. 

"Yang sudah atau belum imunisasi, tetap diberikan imunisasi campak dan polio," katanya.

Menurut Rosihan, Indonesia adalah negara ke empat terbesar penduduknya di dunia, yang memiliki angka kesakitan campak sekitar 1 juta pertahun dengan 30.000 kematian.

Data tersebut menempatkan Indonesia menjadi salah satu dari 47 negara prioritas yang di identifikasi oleh WHO dan UNICEF untuk melaksanakan akselerasi dan menjaga kesinambungan dari reduksi campak, termasuk daerah Kalsel.

Dari surveilans kasus campak pada tahun 2008 terdapat 14.148 kasus campak dimana 78 persen diantaranya adalah anak yang tidak terimunisasi dan 41 persen anak dengan usia di bawah 5 tahun.

Di  Kalsel terdapat dua daerah yang ditetapkan sebagai kejadian luar biasa campak dan polio yaitu Banjarmasin dan Kabupaten Banjar.

Diharapkan dalam 1 bulan ini, sejak 18 Oktober sampai 15 November nanti masyarakat Kalsel bisa memanfaatkan kesempatan untuk imunisasicampak dan polio dengan membawa anaknya ketempat puskesmas maupun pos layanan kesehatan di daerah masing-masing.

Sementara di kota Banjarmasin pemberian vaksin polio juga ditandai dengan kehadiran istri Wali Kota Banjarmasin Hj Fathul Jannah Muhidin memberikan vaksin polio kepada salah satu balita usai pencanangan kampanye campak dan polio di Puskesmas Alalak Selatan Banjarmasin.

Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin mensiagakan 755 tempat pelayanan mengingat kota ini menjadi salah satu daerah KLB campak dan polio./B




Editor : Ulul Maskuriah

COPYRIGHT © ANTARA 2026