“Dengan kemampuan komputer diyakini para aparatur desa mampu melaksanakan tugas pekerjaan dengan baik sebagai agen utama pembangunan desa,†ujar Sekdakab Batola Supriyono, di Marabahan, Kamis (13/10).
Menurut dia, para aparat desa juga diminta menguasai pengetahuan sistem keuangan desa terutama yang berhubungan dengan proses pembuatan APBDes .
Mengingat mulai Januari 2017 mendatang,jelas dia, APBDes tersebut sudah mulai diterapkan di seluruh Indonesia.
Mantan Kadihutbun Batola mengharapkan, bagi aparatur desa yang telah mengikuti pelatihan sistem layanan dan rujukan terpadu (SLRT) agar bersinergi dengan petugas terkait lainnya.
Untuk itu, dia meminta, aparatur desa tidak mudah puas dengan kondisi saat ini, namun harus berani mengkreasi dan berinovasi kemampuan agar terjadi perubahan dan perbaikan.
Bahkan, sebut dia, Pemkab Batola tidak akan membatasi gerak aparatur desa yang mencoba mencari potensi yang lebih baik seperti, merubah profesi.
Sebelumnya, Bupati Barito Kuala Hasanuddin Murad meminta, aparatur desa terus meningkatkan kemampuannya agar pelayanan kepada masyarakat semakin baik.
“Dengan meningkatnya pelayanan kepada masyarakat, maka kesejahteran masyarakat di desa itu semakin membaik,†demikian tegasnya.
Pewarta: AriantoEditor : Ulul Maskuriah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.