pertambangan yang ada disekitar wilayah mereka sangat mengganggu, pasalnya warga kini tidak
bisa mencari ikan di sungai.
Hal tersebut diungkapkan langsung oleh camat Candi Laras Utara, Abdul Hadi saat menghadiri
peresmian kelompok budidaya ikan keramba di Desa Sungai Salai beberapa waktu lalu.
Menurut Abdul Hadi, aktifitas bongkar muat dan keluar masuknya angkutan batubara di kawasan
Sungai Salai membuat warga sekitar merasa dirugikan karena aktifitas warga untuk mencari
ikan di bantaran Sungai Nagara ini tidak bisa lagi dilakukan.
"Warga kami kini kesulitan bahkan sudah tidak bisa lagi mencari ikan di bantaran sungai
karena takut oleh hilir mudiknya tongkang batubara yang melewati sungai" katanya.
Abdul Hadi menambahkan, tidak hanya sering lalu lalangnya tongkang pengangkut batubara yang
mengganggu, air sungaipun menurutnya kini sudah mulai tercemar akibat limbah batubara.
Hal tersebut dibenarkan oleh seorang warga yang biasa mencari ikan di sungai. Menurutnya
sejak adanya aktifitas pertambanagn di kawasan tersebut hasil ikan yang didapat terus
mengalami penurunan hingga tidak lagi bisa mencari dan mendapatkan ikan di sungai.
Menurut warga limbah batubara sudah mencemari sungai yang mengakibatkan ikan-ikan yang ada
di sungai tidak bisa berkembang biak.
Warga Desa Sungai Salai sangat berharap kepada pemerintah dan instansi terkait agar dapat
membantu mereka dan mencari jalan keluar atas masalah yang kini dihadapi warga karena
sebagian warga kini sudah tidak bisa lagi mencari nafkah sebagai pencari ikan di sungai./et*C.
Editor : Imam Hanafi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.