Dana untuk pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kalimantan Selatan 2010 yang dilaksanakan pihak KPU setempat ternyata mampu menghemat dana pelaksanaan Rp6 miliar.
        
Sekretaris KPU Kalsel Bambang Setiawan di Banjarmasin, Senin mengatakan, dana Pilkada 2010 Kalsel disediakan Rp50 miliar dan yang terpakai dalam Pilkada dua putaran Rp43,81 miliar.
        
Penghematan dana Pilkada itu dikarenakan dalam pengelolaan keuangan Pilkada di KPU Kalsel menggunakan dan mengedepankan asas transparansi dan efisiensi, lanjut Bambang.
        
Efisiensi atau penghematan anggaran yang dilakukan KPU Kalsel itu berkaitan dengan pengadaan barang dan jasa.
        
Penghematan anggaran dana Pilkada 2010 Kalsel dilakukan dengan langkah-langkah seperti proses lelang pengadaan barang/jasa yang dilakukan secara terbuka sehingga dapat ditetapkan harga terendah.
        
Selain itu menginstruksikan kepada setiap kabupaten/kota untuk tidak selalu membentuk Tempat Pemungutan Suara (TPS) baru tetapi lebih mengoptimalkan TPS yang ada bagi pemilih baru atau tambahan dengan tetap memperhatikan aspek kemudahan bagi pemilih untuk memberikan suara.
        
Bukan itu saja dalam melakukan serta menghitung secara cermat dan akurat untuk pengadaan salinan formulir untuk keperluan saksi dan Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu).
        
Pihak KPU Kalsel juga tidak akan melakukan pengadaan untuk formulir yang pengadaannya sudah dilakukan oleh kabupaten/kota penyelenggara pemilu kepala daerah dan wakil kepala daerah yang mempunyai fungsi sama seperti formulir model C (pemberitahuan untuk memilih)
  
Selain itu memaksimalkan lembar formulir berita acara baik model C maupun lampiran C1 sehingga dapat mengurangi jumlah lembar halaman yang sebelumnya beberapa lembar.
        
Bambang menuturkan, semua itu dilakukan untuk menghemat biaya yang telah disediakan Pemprov Kalsel.
        
Dari jumlah dana Pilkada 2010 Kalsel yang berhasil dihemat sebesar Rp6 miliar itu semuanya akan dikembalikan dan dimasukkan kembali ke kas Pemprov Kalsel, demikian Bambang.


Editor : Abdul Hakim Muhiddin

COPYRIGHT © ANTARA 2026