Krisis ekonomi Amerika Serikat dan negara Eropa lainnya tidak mempengaruhi ekspor Kalimantan Selatan, kata Peneliti Ekonomi Madya Senior Bank Indonesia Banjarmasin, Taufik Saleh di Banjarmasin, Senin.



Menurut dia, berdasarkan data ekspor Kalsel Januari hingga Agustus 2011, ekspor daerah ini tumbuh 18,81 persen begitu juga dengan nilai ekspor Kalsel tumbuh 31,25 persen.

Eropa dan Amerika Serikat, menurut Taufik, bukan negara-negara tujuan utama ekspor Kalsel kalaupun ada nilainya cukup kecil.

Berdasarkan data BI, kata dia, sebanyak 91 persen tujuan utama ekspor Kalimantan Selatan adalah negara-negara Asia khususnya China, Jepang, dan India, sedangkan Eropa hanya sekitar 5 persen dan Amerika hanya 3 persen.

"Harga komoditas unggulan Kalsel saat ini cukup terjaga di level yang tinggi, tidak terpengaruh oleh krisis yang terjadi di Eropa dan Amerika," katanya.

Berdasarkan ekspos Badan Pusat Statistik Banjarmasin, nilai ekspor Kalimantan Selatan Agustus 2011 mencapai 812,19 juta dolar AS atau turun 11,12 persen dibanding ekspor Juli 2011 yang mencapai 913,77 juta dolar AS.

Namun jumlah tersebut naik 58,93 persen jika dibandingkan dengan nilai ekspor Agustus 2010 yang hanya mencapai 511,04 juta dolar AS.

Secara kumulatif nilai ekspor Kalimantan Selatan Januari-Agustus 2011 sebesar 5,96 miliar dolar AS atau naik 36,85 persen dibanding periode yang sama 2010 yang hanya mencapai 4,35 miliar dolar AS.

Komoditas utama penyumbang ekspor terbesar Kalimantan Selatan  Agustus 2011 berdasar kode "Harmonized System" (HS) 2 digit adalah kelompok barang bahan bakar mineral (HS 27) dengan nilai  659,41 juta dolar AS.

Kelompok barang lemak dan minyak hewan/nabati (HS 15) dengan nilai 70,61 juta dolar AS dan kelompok barang karet dan barang dari karet(HS 40) dengan nilai 46,12 juta dolar AS.

Negara utama tujuan ekspor Kalimantan Selatan Agustus 2011 adalah China senilai 235,93 juta dolar AS, India dengan nilai 146,40 juta dolar AS dan Jepang dengan nilai 116,52 juta dolar AS./B




Editor : Ulul Maskuriah

COPYRIGHT © ANTARA 2026