Pemerintah Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, menjadikan sungai sebagai modal untuk membangun kemajuan kota.


"Kami akan menjadikan sungai sebagai magnet ekonomi kota karena itu kami akan terus benahi sungai," kata Kepala Dinas Sungai dan Drainase Kota Banjarmasin Muryanta di Banjarmasin, Senin.


Menurut Muryanta, wilayah kota Banjarmasin seluas 72 kilometer persegi minim sumber daya alam karena hampir tidak ditemukan potensi tambang maupun hutan dan hanya sedikit lahan pertanian. 


Sementara wilayah hampir semua dialiri oleh sungai besar dan kecil, Sungai Besar tercatat seperti Sungai Barito dan Sungai Martapura.


Jumlah sungai kecil yang membelah Kota Banjarmasin tercatat 74 buah sehingga kota ini berjuluk "kota seribu sungai."


Kalau membangun kota mengandalkan potensi lain yang minim jelas tidak mungkin karena itu, potensi yang ada saja digunakan untuk meraih kemajuan tersebut.


"Kami akan menjadikan sungai sebagai penggerak ekonomi kota, oleh karena itu tak ada pilihan lain bagaimana sungai-sungai tersebut menjadi daya tarik bagi kepariwisataan ke depan," katanya.


Ia mencontohkan dua kota yang terbilang maju menjadikan sungai sebagai daya pikat ekonomi seperti Denpasar atau Yogyakarta.


Begitu juga kota lain di luar negeri seperti Bangkok, Hong Kong, atau Venesia bahkan sekarang Malaysia mulai ikut-ikut membenahi sungai sebagai daya pihak ekonomi tersebut.   


Melihat kenyataan itu maka wajar bila Pemerintah Kota  Banjarmasin bertekad menjadikan sungai sebagai daya pikat kepariwisataan dan keinginan tersebut agaknya memperoleh tanggapan positif dari Pemerintah Provinsi Kalsel maupun pemerintah pusat.


Pemprov Kalsel berjanji akan mengucurkan dana untuk pembenahan objek wisata sungai di bilangan Jalan Jafri Zam-Zam, dan pemerintah pusat melalui Dirjen Sumber Daya Air akan membantu pembenahan sungai di Jalan Pire Tendean.


Tahap awal untuk menjadikan sungai sebagai objek pembangunan tersebut, Pemerintah Kota Banjarmasin melalui Dinas Sungai dan Drainase terus mengupayakan normalisasi sungai.


Upaya normalisasi tersebut dilakukan pembersihan sungai dari bangunan-bangunan yang ada di atasnya, pembersihan sampah yang menumpuk di sungai, pihaknya juga melakukan pembersihan saluran sungai agar tidak tersumbat timbunan sampah, katanya./hsn/B




Editor : Ulul Maskuriah

COPYRIGHT © ANTARA 2026