Banjarbaru, (Antaranews Kalsel) - Wali kota Banjarbaru H Nadjmi Adhani, Wakil Wali Kota Banjarbaru Darmawan Jaya Setiawan, Ketua DPRD Banjarbaru  H AR Iwansyah dan Isteri, Ketua  TP PKK Kota Banjarbaru Hj Ririen  Nadjmi Adhani, Wakil Ketua TP PKK Kota Banjarbaru Eny Apriyati Darmawan Jaya, Kepala Kantor Pustarda Kota Banjarbaru Hj Nurlaini Dardie saat menghadiri acara Banjarbaru Berdongeng di depan Balai Kota Sekretariat Daerah Kota Banjarbaru, Rabu (31/8).

Tampak FKPD Kota Banjarbaru, guru PAUD se Kota Banjarbaru. Dimana kegiatan Banjarbaru Berdongeng ini diadakan oleh Pustarda Kota Banjarbaru dalam rangka HUT HIMPAUDI ke XI Kota Banjarbaru. Tampak  Awam Prakoso dan dan Resha Dongen dari Jojgakarta yang meramaikan kegiatan tersebut.

Ribuan anak-anak PAUD dan TK serta SD memadati depan Balai Kota Banjarbaru untuk mendengarkan dongeng yang dibawakan oleh Kang Awam Prakoso dan Kang Resha Dongeng mendongeng menjaga kelestarian Hutan dan juga menjaga agar tidak membakar hutan. Sedangkan Kang Awam Dongeng menyampaikan pentingnya membaca buku sejak dini agar pengetahuan kita bertambah luas.

Wali kota, Wakil Wali kota dan Ketua DPRD Banjarbaru juga menyempatkan diri untuk menyapa para anak-anak PAUD dan TK serta SD memadati depan Balai Kota Banjarbaru, untuk menayakan cita-cita ketika dewasa. Walikota juga menyampaikan ini adalah hari untuk anak mendengarkan dongeng dan juga mengajarkan anak untuk belajar mandiri dengan mengikuti berbagai kegiatan perlombaan serta sebagai pembentukan karakter pada anak.

Sementara itu Bunda PAUD Kota Banjarbaru Hj Ririen  Nadjmi Adhani mengatakan bahwa pentingnya mendongeng agar membudaya dirumah, mendongeng pastinya tidak asing lagi ditelinga.

Tetapi eksistensi kegiatan mendongeng ini cenderung makin memudar karena dimakan oleh usia. Padahal terdapat banyak sekali keuntungan bagi anak-anak kita jika mereka mendapatkan dongeng.

"Perlu kita ketahui bahwa dongeng anak-anak sangat berguna meskipun pada prakteknya kita mempunyai banyak sekali halangan seperti perasaan lelah setelah bekerja dan menganggap mendongeng untuk anak menjadi sangat merepotkan", kata Hj Ririen.

Padahal manfaat dongeng untuk anak sangatlah banyak seperti merekatkan hubungan orang tua dengan anak dan mendongeng juga bisa membantu mengoptimalkan perkembangan psikologis dan kecerdasan anak secara emosional.

Ririen mengatakan bahwa dunia anak adalah dunia imajinasi. Jadi anak mempunyai dunianya sendiri dan tak jarang mereka berbicara denga teman khayalannya.

Dengan daya imajinasi yang masih sangat bagus ini, maka kita sebagai orang tua harus bisa mengarahkannya kearah yang positif dan tetap terkontrol. Dengan dongeng anak-anak maka inilah cara terbaik untuk mengarahkan mereka kearah yang baik.

Selain kegiatan berdongeng juga dilakukan pelantikan Bunda PAUD Kecamatan dan Kelurahan se Kota Banjarbaru dan juga pemasangan selempang kepada Bunda PAUD Kecamatan oleh Bunda PAUD Kota Banjarbaru Hj Ririen  Nadjmi Adhani.

Dalam sambutannya Bunda PAUD Kota Banjarbaru Hj Ririen  Nadjmi Adhani mengucapkan selamat kepada Bunda PAUD Yang baru dilantik. Tingkatkan pemahaman tentang tugas dan peran bunda paud dalam mengembangkan pendidikan paud.

Lakukan monitoring ke sekolah-sekolah yang menyelenggarakan paud agar penyelenggaraan paud di kota ini, khususnya di wilayah yang menjadi tanggungjawab saudara tetap berjalan sesuai dengan prinsip dasar pembelajaran anak usia dini.

pendidikan anak usia dini bukan semata tanggung jawab kepala dinas pendidikan, bukan semata tanggung jawab insan pendidikan, bukan semata tanggungjawab bunda PAUD, tetapi tanggung jawab semua pihak, karena ditangan anak-anak inilah tongkat estafet pembangunan akan diserahkan, karena merekalah nantinya yang akan melanjutkan perjuangan kita dalam membangun kota ini.

Wali Kota Banjarbaru H Nadjmi Adhani mengajak kepada semua pendidik dan tenaga kependidikan agar berupaya meningkatkan kemampuan untuk memberikan stimulasi yang akan berpengaruh pada optimalisasi potensi kecerdasan naturalis anak usia dini, melalui aktivitas di dalam ruangan maupun di luar ruangan.

Tema Peringatan Hari Jadi Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia ke 11 ini, yaitu gerakan nasional pembelajaran menjadi anak jujur. Dengan gerakan tersebut kita harapkan anak-anak sedini mungkin dibina dan dikembangkan kecerdasan dan budi pekertinya melalui contoh dan teladan yang baik.

Tentunya tema tersebut mengandung arti mendalam bahwa pondasi kejujuran dan integritas harus dibangun sejak dini, agar anak kelak memiliki moral dan budi pekerti yang baik dengan selalu memegang teguh kejujuran dalam hidupnya dan menjadi teladan di masyarakat.

"Mari belajar kebaikan dan bersikap jujur dari siapa saja, dimana saja dan kapan saja, karena jujur adalah obat manjur negeri ini", ajak Nadji.

Artinya bahwa ketika kejujuran tersebut bisa melekat dalam diri maka penyelewengan dan penyimpangan bisa dihindari. Apabila karakter dan perilaku jujur sudah ditanamkan sejak dini, maka akan menjadi landasan yang kuat menuju tatanan masyarakat yang lebih baik.

Pada kesempatan itu juga dilakukan pemotongan nasi tumpeng oleh Wali kota Banjarbaru dan wali kota juga memperkenalkan nasi kebuli kepada Kang Awam dan Kang Resha. Dan juga dilakukan penyerahan hadiah kepada para pemenang lomba GTK PAUD tahun 2016 oleh Wali kota Banjarbaru./f

 

Pewarta: Yose Rizal
Editor : Hasan Zainuddin

COPYRIGHT © ANTARA 2026