PLN gratiskan pasang listrik 116 keluarga lewat program "Light Up The Dream"
Selasa, 31 Oktober 2023 15:33 WIB
General Manager PLN UID Kalselteng Muhammad Joharifin (4 dari kiri) menyerahkan mock up program "Light Up The Dream" kepada keluarga ibu Ayuni didampingi Senior Manager Niaga dan Manajemen Pelanggan Agus Tri Suardi (3 dari kiri), Manager UP3 Kuala Kapuas Imbar Susanto (2 dari kiri). (ANTARA/PLN UID Kalselteng)
Banjarbaru (ANTARA) - Manajemen PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah gratiskan pemasangan sambungan listrik bagi 116 keluarga lewat program listrik untuk nyalakan mimpi (Light Up The Dream).
Pemasangan sambungan listrik bagi masyarakat kurang mampu melalui donasi pegawai PLN tersebut masih dalam euforia Hari Listrik Nasional ke-78 sehingga masyarakat bisa menikmati listrik 24 jam.
General Manager PT PLN (Persero) UID Kalselteng Muhammad Joharifin di Banjarbaru, Selasa mengatakan, program "Light Up The Dream" wujud nyata komitmen dan kepedulian insan PLN merealisasikan energi berkeadilan serta pemerataan akses listrik yang bersumber dari donasi pegawai PLN.
Joharifin menjelaskan, pegawai PLN dalam program "Light Up The Dream" berinisiatif menyisihkan sebagian penghasilan agar keluarga kurang mampu dapat menyambung listrik secara gratis di seluruh Indonesia.
"Pegawai PLN inisiatif menyisihkan penghasilannya mewujudkan mimpi masyarakat belum mampu untuk menikmati listrik dari PLN dengan harapan memberikan kebahagiaan bagi masyarakat yang membutuhkan dan meningkatkan kesejahteraan mereka," ucap Joharifin.
Selain itu, program juga sekaligus komitmen PLN mendukung upaya pemerintah meningkatkan Rasio Elektrifikasi (RE) yang tentunya akan berimbas pada meningkatnya tingkat pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Penyerahan mock up penyalaan listrik program "Light Up The Dream" di UP3 Kotabaru oleh Manager UP3 Kotabaru Syaifuddin. (ANTARA/PLN UID Kalselteng)
"Kami sadar dan memahami, listrik kebutuhan primer masyarakat, dan hampir semua aktifitas tidak dapat lepas dari kebutuhan listrik sehingga PLN menyiapkan berbagai program melistriki hingga pelosok negeri dan seluruh lapisan masyarakat," ujarnya.
Joharifin berpesan kepada penerima program "Light Up The Dream" untuk menggunakan listrik secara bijak dan benar, serta dimanfaatkan pada aktifitas yang bisa meningkatkan kesejahteraan.
"Listrik menyala 24 jam, manfaatkan maksimal untuk meningkatkan pendapatan ekonomi di rumah, misalkan usaha pertukangan yang memanfaatkan mesin listrik atau membuat kue sehingga bisa menjadi tambahan pemasukan keluarga," ungkapnya.
Disebutkan, bantuan "Light Up The Dream" disalurkan masing-masing unit Pelaksana PLN Unit Induk Distribusi Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah, yakni 27 keluarga di UP3 Banjarmasin, 31 keluarga di UP3 Barabai, 7 keluarga di UP3 Kotabaru, 10 keluarga di UP3 Palangka Raya, dan 41 keluarga di UP3 Kuala Kapuas.
Warga Desa Beriwit, Kabupaten Murung Raya, Kalimantan Tengah Ayuni (36) mengungkapkan terima kasih kepada PLN yang mewujudkan mimpinya memperoleh penerangan dari listrik PLN karen selama ini mendapat penerangan dengan menyambung dari tetangga.
"Saya sangat bersyukur atas bantuan ini. Kalau pasang sendiri saya tidak akan mampu tetapi PLN telah mewujudkan mimpi keluarga, bukan hanya terang saja, tapi kami juga bisa memakai peralatan listrik lain," tutur Ayuni.
Hal senada disampaikan oleh Noor Ilmi (42), petani dari Kecamatan Pandawan, Kabupaten Hulu Sungau Tengah, Kalimantan Selatan, yang selama ini mendapat penerangan dari tetangganya.
"Alhamdulillah sekarang rumah kami sudah berlistrik berkat program PLN yakni Light Up The Dream. Terima kasih atas bantuannya, semoga jadi berkah untuk kita semua," ucap Ilmi dengan senyum bahagia.
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.