Batulicin, (Antaranews Kalsel) - Untuk mewujudkan  pendidikan yang berkulitas bagi anak murid  diperlukan langkah yang efektif  dengan cara  merumuskan  perubahan pola pendidikan yang bertujuan memberi gairah belajar bagi anak didik. Dalam   upaya merubah pola itu harus dimulai dari tenaga pendidik itu sendiri,  melalui perubahan paradigma yang selama ini dianggap membebankan anak didik.
   
Hal ini dikatakan Bupati Tanah Bumbu Mardani H Maming saat memberikan sambutan dalam acara Resepsi Kenegaraan Bersama Paskibra Tanbu Angkatan 31 di Gedung Mahligai Brsujud  Kapet Batulicin, Rabu.

Upaya untuk merubah pola pendidikan itu salahsatunya adalah   ketika  guru memberi penilaian terhadap tugas  beberapa mata pelajarannya.

Dalam hal itu Bupati  menekankan  kepada  guru untuk  tidak serta merta   memberi nilai jelek terhadap hasil tugas yang dikerjakan   anak murid, terlebih lagi  sampai tidak  menaikan kelas atau tidak meluluskan pada anak muridnya.

Menurut Bupati, metode pendidikan yang baik  bukan berarti memberi nilai jelek akibat ketidakmampuannya mengerjakan tugas, semestinya guru harus membantu bagaimana dia bisa mengerjakan dengan cara berusaha sejauhmana   memberi pemahaman materi itu sehingga tugas yang di kerjakan bisa di mengerti anak murid.

Yang tak kalah penting pula, pola pendidikan   harus mengedepankan pendidikan karakter anak murid. Ketua umum APKASI ini menandaskan, jangan sampai tujuan membentuk  prilaku anak didik untuk  lebih baik justru sebaliknya.

"Salahsatu contoh, anak yang melakukan  pelanggaran berat bukan berarti harus di keluarkan dari sekolah, justru dengan tindakan ini akan mempengaruhi mental anak tersebut,  kerena sekolah lain bisa saja tidak menerima nya dan di kuatirkan akan  menyebabkan anak akan  putus sekolah," katanya.

Ditambahkan, hal tersebut jangan sampai terjadi pada anak didik, untuk itu  pihak sekolah harus empertimbangkan  dampak sosial yang ditimbulkan akibat tindakan memindahkan murid ke sekolah lain.

Untuk mengatasi persoalan itu  upaya  utama  dilakukan  pihak sekolah adalah   terus menerus melakukan
pembinaan secara berkala terhadap anak didik.

"Paragdima seperti ini mulai sekarang  harus dirubah dalam pola pendidikan, kerena pola pendidikan yang baik adalah sejauhmana tenaga pendidik membuat  anak yang nakal bisa berubah baik, dan anak yang kurang cerdas bisa membuat lebih cerdas," katanya.


Pewarta: Humas Tanbu
: Imam Hanafi

COPYRIGHT © ANTARA 2026