Kalsel yang mapan, bisa lebih cepat kita wujudkan, manakala pembangunan di kabupaten/kota mencapai kemajuan,"
Laporan Khusus Hari Jadi ke-66 Pemprov Kalsel (1)

Banjarmasin, (Antaranews Kalsel) - HUT Ke-66 Provinsi Kalimantan Selatan pada 14 Agustus 2016, menjadi peringatan pertama bagi Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor  yang terpilih dalam Pilkada serentak 2015.

Bersama pasangannya Wakil Gubernur Kalsel Rudy Resnawan, masyarakat berharap kepemimpinan yang baru, akan mampu membawa Kalimantan Selatan berlari, mengejar ketertinggalan berbagai sektor, terutama pascakrisis ekonomi global yang hingga kini dampaknya sangat dirasakan oleh warga daerah ini.


Mengejar Ketertinggalan Pertumbuhan Ekonomi menjadi salah satu fokus kerja pemerintahan Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor bersama dengan Wakil Gubernur Kalimantan Selatan Rudy Resnawam pada 2016-2021.
    
Pertumbuhan ekonomi kini mendapatkan perhatian penuh dari pemerintah pascaanjloknya harga batu bara dan komoditas unggulan lainnya di Kalimantan Selatan yang menyebabkan pertumbuhan ekonomi Kalimantan Selatan yang sebelumnya berada di posisi tujuh, kini merosot di posisi 27 nasional.
    
Pada saat komidatas tambang masih mengalami masa keemasan tiga tahun silam, pertumbuhan ekonomi Kalsel bisa mencapai tujuh hingga delapan persen bahkan lebih per tahun.
    
Namun, begitu terjadi krisis ekonomi global, yang berdampak besar terhadap harga komoditas unggulan mulai dari batu bara, karet, bahkan CPO, pertumbuhan ekonomi Kalsel merosot hingga angka 3,8 persen.
    
Walaupun pertumbuhan ekonomi Kalimantan Selatan dinilai masih sedikit lebih baik dibanding provinsi lainnya seperti Kalimantan Timur, yang pertumbuhan ekonominya mengalami minus, namun perlu upaya dan kerja keras dari seluruh pihak untuk segera memulihkan kondisi ekonomi Kalsel.
    
Kepala Badan Pembangunan Daerah Kalimantan Selatan Jasran mengatakan, sebelumnya, pertumbuhan ekonomi Kalsel tidak menjadi persoalan berarti, dan bukan menjadi fokus pembangunan, karena posisi pertumbuhan ekonomi saat itu sudah sangat bagus.
    
"Kondisi ini terjadi, hampir di seluruh provinsi yang mengandalkan pertumbuhan ekonomi dari sumber daya alam, terutama sektor pertambangan," katanya
    
Memperbaiki kondisi tersebut, kini pertumbuhan ekonomi bakal menjadi fokus utama dalam rencana pembangunan daerah pada lima tahun pemerintahan Gubernur Sahbirin Noor, melalui berbagai terobosan program yang mampu berdampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.
    
Menurut Jasran, kondisi perekonomian daerah memerlukan perhatian serius karena perlambatan ekonomi yang terjadi saat ini, telah berpengaruh dan berdampak terhadap indikator pengangguran dan kemiskinan.
    
Selain itu, tambah dia, kondisi sumber daya alam yang mulai terbatas, dan kondisi lingkungan hidup yang juga memprihatinkan, akan berdampak terhadap perekonomian dan kondisi sosial budaya di daerah.
    
Berdasarkan rencana pembangunan jangka menengah dan jangka panjang, kini Pemprov Kalsel telah memetakan berbagai persoalan strategis yang terjadi dan strategi penyelesaiannya.
    
Berbagai persoalan strategis tersebut, antara lain persoalan daya saing perekonomian daerah, yang dulu mengandalka sektor ekonomi nonberkelanjutan, seperti tambang batu bara, menjadi ekonomi berkelanjutan.
    
"Pemerintah secepatnya ingin mentransformasi dan mengembangkan sektor ekonomi berkelanjutan tersebut, melalui pengembangan sektor pertanian dan hortukultara, peternakan, perikanan, industri dan ekonomi kreatif," katanya.
    
Persoalan lain, yaitu terkait daya saing kualitas sumber daya manusia, yang hingga kini masih jauh tertinggal dalam berbagai sektor.
    
Upaya yang dilakukan yaitu, mempercepat transformasi sosial melalui peningkatan SDM dengan fokus pada pemangku kepentingan dan masyarakat.
    
Sedangkan untuk meningkatkan indeks kualitas lingkungan hidup, dengan meningkatkan pelayanan infrastruktur utama dan infrastruktur dasar.   
    

Koordinasi


KoordinasiGubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor mengatakan, melalui berbagai program yang telah tersusun tersebut, maka pada  peringatan hari jadi ke-66 provinsi kalimantan selatan, mengusung tema "bacangkal maharagu banua".
    
Makna  dari kata cangkal berarti giat atau rajin. Maharagu maknanya memelihara atau menjaga, sedangkan kata banua bermakna sebutan untuk Daerah kalimantan selatan, yang mencakup penduduk dan tradisi adat budaya.
    
"Rangkaian kata dari tema itu artinya makin giat bekerja, untuk memajukan kalimantan Selatan, serta memelihara adat dan tradisi Budaya banjar".
    
Makna dari tema tersebut, tambah dia, bakal diaktualisasikan dalam berbagai dimensi pembangunan, baik pembangunan fisik, pembangunan mental maupun pembangunan kemasyarakatan
    
Sehingga, tambah dia, kepada bupati/walikota dan segenap jajaran di daerah, diharapkan terus bersinergi dan berkoordinasi dalam membangun kalimantan selatan.
    
"Kalsel yang mapan, bisa lebih cepat kita wujudkan, manakala pembangunan di kabupaten/kota mencapai kemajuan," katanya.
    
Sahbirin mengungkapkan, masa 66 tahun yang berjalan untuk membangun banua ini, telah membuahkan karya-karya pembangunan yang perlu kita rawat dengan sebaik-baiknya.
    
Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan bersama pemerintah kabupaten/kota dan DPRD, memiliki tanggung jawab untuk menyelenggarakan pemerintahan yang baik, bersih dan bebas korupsi.



Pewarta: Ulul Maskuriah
Editor : Ulul Maskuriah

COPYRIGHT © ANTARA 2026