Forum Kerukuan Umat Beragama (FKUB) Kota Banjarmasin Kalimantan Selatan (Kalsel) mewaspadai politik adu domba agama.
Hal tersebut dikatakan langsung Ketua FKUB Banjarmasin Prof.DR Ma'ruf Abdullah,SH,MM kepada wartawan usai menggelar pertemuan di Bali Kota Banjarmasin, Selasa sore.
Pertemuan tokoh lintas agama di Banjarmasin tersebut dilakukan berkenaan dengan peristiwa bom di Kota Solo yang terjadi pada Minggu (25/9) di Gereja Bethel Injil.
FKUB Banjarmasin menilai kejadian tersebut merupakan tindakan sesat dan provokasi serta upaya adu doma oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab dengan tujuan merusak kerukunan umat beragama di Indonesia.
Dengan demikian FKUB Banjarmasin mengimbau kepada segenap warga Kota Banjarmasin sebagai umat beriman dari semua agama agar menjaga kerukunan, ketentraman, kedamaian dan saling menghormati dalam kehidupan sehari-hari.
Mewaspadai adanya tindakan provokasi dan adu doba antar umat beragama yang dapat menimbulkan pertentangan antar umat beragama serta menghindari tindakan kekerasan dan anarkis.
Tetap membangun komunikasi yang baik dan efektif antar semua pemeluk agama guna terus membina kerukunan dan persaudaraan sebagai sesama warga Kota Banjarmasin.
Kemudian antar umat beragama harus menaati hukum serta seluruh peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia secara konsisten.
Dengan adanya himbauan FKUB Banjarmasin tersebut diharapkan kejadian serua di Solo tidak terjadi di kota dengan julukan kota seribu sungai dan kota agamis Banjarmasin.
Menjaga ketentraman antar umat beragama akan membuat suasana Banjarmasin menjadi lebih kondusif sehingga seluruh warga dapat beraktifitas secara aman dan nyaman, demikian Ma'ruf.
her/B
Editor : Ulul Maskuriah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.