Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin, Kalimantan Selatan, membuka program doktor pada dua fakultas yakni Fakultas Hukum serta Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan.
Kabar gembira itu disampaikan Pembantu Rektor I Unlam Prof Hadin Muhjad pada pelepasan Magister Program Pascasarjana Unlam Semester Genap Tahun Anggaran 2010/2011 di gedung serbaguna Unlam Banjarbaru, Senin.
"Pembukaan program doktor dimulai pada 2011 dan merupakan bagian dari langkah menata diri untuk meningkatkan kualitas Unlam sehingga tidak tertinggal dari universitas negeri lain," ujarnya.
Menurut dia, meskipun yudisiawan dan yudisiawati sudah menjalani pendidikan dan memiliki pengetahuan ilmu magister namun mereka diminta terus belajar seiring perkembangan zaman.
"Program magister merupakan pendidikan peningkatan profesionalitas sesuai ilmu pengetahuan namun begitu lulus hendaknya terus belajar sehingga mampu mengikuti perkembangan zaman," pesannya.
Ia meminta seluruh kalangan membantu Unlam mempekerjakan lulusan di berbagai dinas dan instansi sehingga Unlam dapat berprestasi nasional dalam menghasilkan lulusan yang siap kerja.
Direktur Pascasarjana Unlam Prof Dr Ir Athaillah Mursyid MS mengatakan, lulusan program pascasarjana angkatan semester genap tahun anggaran 2010/2011 merupakan angkatan terbanyak dibanding lulusan sebelumnya.
"Lulusan semester genap ini merupakan terbanyak sepanjang kehadiran Program Pascasarjana (PPs) di Unlam dengan jumlah lulusan sebanyak 331 orang yang berasal dari 16 program studi," ujarnya.
Ia mengatakan, pendidikan pascasarjana bertugas memberi kontribusi dan memiliki tanggung jawab besar dalam pencapaian tujuan nasional yakni sebagai 'produsen' pendidik dan pelaku berbagai bidang.
"Sebagai 'produsen' tenaga pendidik, peneliti dan praktisi, berbagai kompetensi keilmuan dan 'outputnya' diharapkan masuk ke dalam arus ekonomi, sosial, lingkungan dalam pembangunan," kata dia.
Dikatakannya, guna memenuhi tanggung jawab itu, lulusan pascasarjana dapat berkompetensi sebagai 'soft skill' termasuk kompetensi komunikasi guna menyampaikan hasil temuan baik lisan maupun tertulis.
"Di samping itu dibutuhkan kemampuan untuk menjadi contoh dan keteladanan serta kemampuan mempengaruhi perilaku masyarakat dan pengambil kebijakan demi kepentingan bersama," katanya./zal/B
Editor : Ulul Maskuriah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.