Beberapa waktu yang lalu, kita pernah membuat program untuk kegiatan pengembangan dan pengolahan ketan, termasuk untuk penggilingan dan penyimpanan
Kandangan (Antaranews Kalsel) - Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), Kalimantan Selatan, mendorong petani di daerahnya untuk mengembangkan tanaman ketan yang memiliki harga jual cukup baik saat ini.


Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten HSS H Fathurrahman di Kandangan Selasa mengatakan, pengembangan tanaman ketan sudah mulai dilaksanakan beberapa tahun lalu.

"Beberapa waktu yang lalu, kita pernah membuat program untuk kegiatan pengembangan dan pengolahan ketan, termasuk untuk penggilingan dan penyimpanan," katanya.

Program tersebut, kata dia, akan digerakkan kembali, untuk meningkatkan kesejahteraan petani, sekaligus untuk mengembangkan berbagai tanaman nonpadi.

"Kami sudah meminta beberapa benih atau varietas ketan kepada pihak terkait, untuk dikembangkan bersama para petani," katanya.

Dari beberapa varietas yang ada, akan dipilih yang paling baik dan paling menguntungkan bagi petani untuk dikembangkan.

Selain ketan, sebelumnya Pemkab HSS juga mendorong para petani untuk mengembangkan tanaman bawang merah dan lombok, yang selama ini menjadi salah satu komoditas penyumbang inflasi di Kalsel.

Saat ini, hampir 70 persen, kebutuhan pokok dan sayur mayur warga Kalsel, masih mengandalkan pasokan dari luar provinsi, terutama dari Jawa, Bima dan Sulawesi Selatan.

Kondisi tersebut, menyebabkan ekonomi Kalsel sangat mudah diterpa inflasi, terutama saat cuaca buruh atau pasokan kebutuhan pokok tersebut terhambat.

Mengatasi hal tersebut, Pemerintah Provinsi, kabupaten bersama dengan berbagai pihak terkait, mulai gencar menanam tanaman pertanian, selain padi, yang menjadi penyebab inflasi.

Bank Indonesia, melalui program klaster juga terus mendorong pemerintah, perbankan dan petani, untuk bekerja sama mengembangkan berbagai tanaman yang menjadi kebutuhan pokok warga Kalsel.


Pewarta: Fathurrahman
Editor : Hasan Zainuddin

COPYRIGHT © ANTARA 2026