Anggota Komisi IV DPR-RI, H Syaifullah Tamliha dari Partai Persatuan Pembangunan, mengungkapkan, pemerintah akan membantu petani di Kalimantan Selatan yang gagal panen karena kekeringan sawah.


Namun wakil rakyat dari PPP itu, belum bisa memastikan, apakah seluruh petani Kalsel yang mengalami kekeringan sawah juga bakal mendapat bantuan pemerintah pusat, demikian dilaporkan, Minggu.


Menurut anggota Komisi IV DPR-RI yang juga membidangi pertanian itu, untuk sementara sebanyak 744 hektare (ha) sawah pertani Kalsel yang mengalami gagal panen karena kekeringan bakal mendapat bantuan.


"Bantuan tersebut rencananya senilai Rp3,5 juta/ha sawah yang dinyatakan gagal panen karena kekeringan pada musim panas/kemarau tahun ini," ungkap wakil rakyat asal daerah pemilihan (dapil) Kalsel itu.


Data sementara dari 744 ha sawah yang gagal panen karena kekeringan itu tersebar di Kabupaten Banjar 708 ha, Tanah Bumbu (Tanbu) 35 ha dan Kabupaten Tanah Laut (Tala) seluas satu hektare.


"Kita berharap dengan bantuan tersebut, petani bisa menanam padi kembali di sawah mereka, sehingga Kalsel tetap sebagai salah satu daerah penyangga ketahanan pangan nasional," demikian Tamliha.


Pada kesempatan terpisah, Ketua Komisi II bidang ekonomi keuangan DPRD Kalsel, Muhammad Ihsanudin dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mengaprisiasi perhatian pemerintah tersebut terhadap kondisi pertanian di provinsinya belakangan ini.


Namun wakil rakyat dari PKS yang juga Sekretaris Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) partai politik (parpol) tersebut untuk tingkat provinsi, berharap, bantuan pemerintah terhadap mereka yang gagal panen secara merata.


"Kita minta bantuan pemerintah terhadap dampak bencana kekeringan bukan cuma di Kabupaten Banjar, Tanbu dan Tala. Tapi juga terhadap kabupaten lain yang mungkin pula menanggung penderitaan yang sama," sarannya.


"Untuk itu pula, kita minta Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kalsel segera malukan pendataan, guna lebih memudahkan pemerintah memberikan bantuan," demikian Ihsanudin.


Kalsel terdiri 13 kabupaten/kota dan kini berpenduduk mencapai 3,6 juta jiwa, yang sebagian besar mata pencahariannya bertani.


Dari 13 kabupaten/kota se Kalsel itu, yang merupakan sentra pertanian, terutama padi sawah diantaranya Kabupaten Banjar, Barito Kuala (Batola), Tanah Laut dan Tanbu.


Selain itu, untuk daerah hulu sungai atau "Benua Enam" Kalsel yang meliputi enam wilayah kabupaten itu, sebagai sentra produksi padi antara lain Kabupaten Tapin, Hulu Sungai Selatan dan Kabupaten Hulu Sungai Tengah./shn*C




Editor : Imam Hanafi

COPYRIGHT © ANTARA 2026