Banjarbaru, (Antaranews Kalsel) - Ketua TP PKK Kota Banjarbaru Hj Ririen Nadjmi Adhani didampingi Sekretaris TP PKK Kota Banjarbaru Dra Sri Lailana membuka acara penerapan Teknologi Tepat Guna pembuatan aneka kue yang diselenggarakan oleh TP PKK Kota Banjarbaru bekerjasama dengan Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Banjarbaru serta Kelurahan Palam, Sabtu (18/6).

Dihadiri Kepala Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Banjarbaru Drs H Hilman, Lurah Palam Agus Adrian, pengurus TP PKK Kelurahan Palam serta para peserta pelatihan.

Panitia pelaksana mengatakan maksud kegiatan penerapan Teknologi Tepat Guna   adalah untuk mengarahkan, memandu dan membimbing masyarakat melalui pembentukan usaha-usaha produktif pada pengolahan atau pembuatan aneka kue dengan cara memberikan pengetahuan dan keterampilan teknis dengan penggunaan peralatan teknologi yang sederhana.

Dan praktis serta teknik-teknik manajerial, dengan tujuan agar dapat mendorong tumbuh dan berkembangnya jiwa kewirausahaan yang mandiri di sektor usaha-usaha kecil pembuatan aneka kue agar menjadi unit ekonomi produktif yang berkembang permanen dan berkesinambungan serta menjadi pendorong atau motivasi masyarakat sekitarnya untuk ikut berwirausaha.

Dijelaskan pelaksanaan penerapan Teknologi Tepat Guna ini selama 15 hari di mulai dari hari ini s/d selesai bertempat di  Aula Kelurahan Palam. Pelatih/instruktur dari Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Banjarbaru, Dinas Koperasi dan UMKM Kota Banjarbaru serta TP PKK Kota Banjarbaru.

Peserta penerapan Teknologi Tepat Guna (TTG) adalah para masyarakat penganggur, setengah penganggur, dan anggota TP PKK Kelurahan Palam sebanyak 20 orang.

Ketua TP PKK Kota Banjarbaru Hj Ririen Nadjmi Adhani mengatakan bahwa saat ini kita semua tentu sudah merasakan betapa beratnya tantangan pembangunan di sektor ketenagakerjaan.

Menurutnya tantangan dimaksud adalah tingginya jumlah dan tingkat pengangguran di Kota Banjarbaru yang berdasarkan data Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kota Banjarbaru jumlahnya mencapai 7000 orang atau sekitar 7,7 persen dari jumlah angkatan kerja tahun di tahun 2014 yaitu 90.591 orang. Dari angka tersebut dapat dikatakan bahwa pengangguran terbuka yang terdaftar sudah melebihi ambang batas toleransi.

Sementara, penciptaan iklim-iklim investasi yang tadinya diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja ternyata belum banyak tercipta, ironisnya yang terjadi saat ini adalah banyak sekali terjadi Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

Selain itu, kurangnya kompetensi tenaga kerja kita juga menjadi salah satu kendala untuk berkompetisi dengan tenaga kerja lain di era berlakunya Masyarakat Ekonomi Asean (MEA).Kondisi ini tidak hanya terjadi di Kota Banjarbaru, tetapi juga dialami oleh seluruh Kabupaten/Kota di Indonesia.

Hj Ririen Nadjmi Adhani menambahkan perlu penanganan secara terpadu dan terintegrasi untuk mengatasi permasalahan ini. Guna menekan jumlah pengangguran di Kota Banjarbaru, maka Pemerintah Kota Banjarbaru melalui Dinas Sosial dan Tenaga Kerja dan SKPD lainnya telah melaksanakan berbagai program dan strategi yang semuanya berfokus ke arah perluasan dan kesempatan kerja yang seluas-luasnya, seperti melalui pelatihan keterampilan.

Paket bantuan langsung, bantuan peralatan, penerapan teknologi tepat guna, dan lain sebagainya yang dilakukan setahap demi setahap di setiap tahun anggaran.

Selain itu, Tim Penggerak PKK Kota Banjarbaru melalui 10 program pokok PKK juga terus menggiatkan kegiatan pemberdayaan masyarakat guna mengurangi ketergantungan warga pada lapangan kerja formal, serta dapat termotivasi untuk menggali kreativitas guna membuka lapangan kerja non formal seperti sektor jasa, perdagangan, industri kecil dan rumah tangga.

Salah satu upaya yang dimaksud adalah dengan memberikan pembekalan keterampilan kepada masyarakat melalui pelatihan yang kali ini dilaskanakan dengan model penerapan Teknologi Tepat Guna (TTG) dalam pembuatan aneka kue.

Tingginya permintaan masyarakat akan kue kering, baik menjelang lebaran seperti saat ini maupun hari-hari besar lainnya, tentunya merupakan sebuah peluang usaha yang menguntungkan dan dapat dikerjakan oleh siapa saja, mengingat tidak semua orang memiliki waktu dan kemampuan untuk membuat kue kering.

"Dengan modal usaha yang relatif kecil, usaha ini akan menambah penghasilan keluarga dan membuka peluang kerja bagi masyarakat apalagi bila dikerjakan dengan penuh ketekunan, kesabaran, kerja keras, dan selalu berinovasi," kata  Hj Ririen Nadjmi Adhani.

Dia berharap semua peserta dapat mengikuti pelatihan ini dengan sungguh-sungguh dan memiliki keinginan yang kuat untuk dapat berhasil sebagai  pengusaha kue kering.

Hj Ririen juga ingin agar Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Banjarbaru dapat terus melakukan pendampingan kepada para peserta, karena indikator keberhasilan pelatihan ini bukan dilihat dari telah terselenggarnya pelatihan ini tetapi dari keberanian para peserta untuk mulai berusaha di bidang penjualan kue kering dan kerajinan lainnya.

Pada kesempatan itu Ketua TP PKK Kota Banjarbaru Hj Ririen Nadjmi Adhani juga melihat-lihat hasil kerajian tangan masyarakat Kelurahan Palam dan juga melakukan sesi foto bersama dengan para peserta pelatihan pembuatan aneka kue. (Upik/Hms)

Pewarta: Yose Rizal
Editor : Asmuni Kadri

COPYRIGHT © ANTARA 2026