DMB yang akan dibentuk berlokasi di Desa Sungai Rukam, Kecamatan Kusan Hulu dan kondisinya saat ini masih tahap persiapanBatulicin, (Antaranews Kalsel) - Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, membentuk Desa Mandiri Benih (DMB) untuk mendorong peningkatan program ketahanan pangan secara nasional, sekaligus memenuhi kebutuhan bibit unggul bagi para petani.
"DMB yang akan dibentuk berlokasi di Desa Sungai Rukam, Kecamatan Kusan Hulu dan kondisinya saat ini masih tahap persiapan," kata Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan Tanah Bumbu Abdul Karim di Batulicin.
Ia mengatakan, persiapan yang dilakukan untuk membentuk DMB di Desa Sungai Rukam pemda menyediakan gudang penyimpanan benih, pembuatan lantai penjemuran benih, penyaluran saprodi dan sejumlah bantuan lain yang dibutuhkan oleh petani.
Pembentukan DMB tahun ini merupakan kelanjutan dari hasil pengembangan DMB 2015, yang berlokasi di tiga kecamatan, di desa Pakatelu dan Desa Pulau Tanjung, Kecamatan Kusan Hilir, Desa Karang Mulya, Kecamatan Kusan Hulu, dan Desa Sumber Baru, Kecamatan Angsana.
Melalui program DMB, diharapkan bisa menjamin ketersediaan benih unggul khususnya di desa yang bersangkutan secara berkelanjutan. Bahkan kalau bisa dapat tumbuh dan berkembang menjadi sebuah usaha perbenihan yang mapan baik secara fungsional dan kelembagaan.
Bibit unggul yang dihasilkan ke depan juga diharapkan bersertifikat dari penangkar lokal. Sertifikat itu dimaksudkan untuk lebih menyakinkan petani bahwa kualitas bibit tersebut tidak kalah dengan bibit unggul yang secara umum banyak terjual dipasaran.
Dia menjelaskan, dalam hal penangkaran benih pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu tidak hanya fokus pada jenis komoditi padi saja namun komoditi lain dari sektor tanaman palawija seperti kedelai, juga sudah sejak lama turut dikembangkan.
"Tahun ini pemerintah daerah melalui Distanpanak juga kembali menyalurkan bantuan benih kedelai kepada kelompok tani yang tersebar di beberapa kecamatan seperti Kusan Hulu, Karang Bintang, Kusan Hilir, Kuranji, Angsana dan Satui sebanyak 25 Ton untuk luasan tanam sekitar 500 Ha," katanya.
Hal ini merupakan salah satu bentuk dari komitmen dan kerja keras pemerintah daerah untuk lebih meningkatkan ketersediaan kebutuhan pangan masyarakat di daerah.
Bupati Tanah Bumbu, Mardani H Maming menambahkan upaya peningkatan pengembangan sektor tanaman pangan seperti padi, jagung, dan kedele (Pajale) sudah menjadi fokus perhatian pemerintah daerah untuk menjamin ketersediaan pangan bagi masyarakat lokal, sekaligus mendukung program peningkatan ketahanan pangan nasional.
Sektor ketahanan pangan dianggap cukup penting untuk terus dikembangkan guna menambah jenis komoditi masyarakat lokal yang layak dipasarkan sehingga menjadi sumber penghasilan baru bagi para petani.
"Tanah Bumbu setiap tahun sudah swasembada padi. Selain mempertahankan swasembada komoditi tersebut, langkah ke depannya pemerintah daerah juga akan lebih fokus mengembangkan kedelai agar ketersediaan benih kedelai yang selama ini cukup sulit bisa terpenuhi secara mandiri dan berkelanjutan," paparnya.
Pewarta: Sujud MarionoEditor : Imam Hanafi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.