"Air di rumah kami sudah kembali lancar Kamis sore sehingga tidak khawatir lagi kehabisan air dan beraktivitas di dapur," ujar Ny Wita salah seorang pelanggan PDAM di Jalan Taruna Praja Banjarbaru.
Ny Wita merupakan satu dari ribuan pelanggan PDAM Intan Banjar yang tersebar di Kota Banjarbaru dan Martapura yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih saat perusahaan air itu menghentikan distribusi air.
Menurut ibu rumah tangga itu, dirinya pada Rabu pagi sempat khawatir saat membuka kran PDAM ternyata airnya tidak mengalir dan mendapat informasi dari tetangga air ledeng macet total.
Apalagi, kata dia, tetangganya itu mendapat informasi dari koran bahwa gangguan distribusi air diperkirakan berlangsung selama setengah bulan sehingga membuatnya semakin khawatir karena tidak sempat menyimpan air.
"Kami sama sekali tidak menyimpan air sehingga sangat khawatir jika gangguan distribusi air berlangsung lama. Tapi untung lah, hari ini air ledeng kembali lancar," ungkapnya.
Kepala Bagian Umum PDAM Intan Banjar, Dedy Rahmat Setiawan mengatakan, gangguan distribusi air terjadi karena adanya pengerjaan koneksi pipa lama berbahan Asbes ke pipa baru jenis HDPE di IPA II Pinus.
"Pengkoneksian pipa itu harus menghentikan operasional instalasi pengolahan air sehingga otomatis distribusi air ke pelanggan terganggu," ujar Dedy yang merangkap Humas perusahaan daerah itu.
Dikatakan, pihaknya memprediksi pengerjaan memakan waktu beberapa hari, tetapi berkat kecepatan teknisi di lapangan sehingga pengerjaan koneksi pipa dan pemasangan pompa air bisa dipercepat hingga hanya dua hari.
"Koneksi pipa lama ke pipa baru itu bertujuan meningkatkan pelayanan pelanggan dan karena pengerjaannya sudah selesai maka distribusi air bersih kepada pelanggan kembali normal," katanya. yoz/B
Editor : Ulul Maskuriah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.