Pernyataan Sekda tersebut menanggapi cerita dari Kedubes Afrika Selatan (Afsel) untuk Indonesia Dr Noel N Lehoko yang saat pertemuan dengan pejabat Pemprov Kalsel di Banjarmasin Selasa dalam kunjungan kerja ke Kalsel dua hari.
Pada pertemuan tersebut, Lehoko menyampaikan saat ini negaranya tidak lagi mengekspor sumber daya alam terutama batu bara ke negara lain berupa bahan mentah atau "raw material".
"Kini kami tidak lagi mengekspor batu bara ke negara lain tetapi telah berupa minyak dan gas atau barang jadi lainnya," katanya.
Hal tersebut, kata dia, jauh lebih banyak memberikan manfaat bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat, karena pada saat dijual harganya jauh lebih mahal.
Selain itu, juga mampu memberikan lapangan kerja lebih luas kepada masyrakat dengan berdirinya industri-industri sekala besar untuk melakukan pengolahan.
Begitu juga dengan intan dan produksi perhiasan lainnya, kini juga diolah di dalam negeri, sehingga harganya jauh lebih murah dengan kualitas yang bagus.
"Sebelumnya sumber daya alam seperti intan kita produksi dan langsung diekspor dan diolah negara lain, kemudian hasilnya kembali dijual ke negara kami dengan harga yang jauh lebih mahal," katnaya.
Karena tidak ingin hal tersebut berlanjut, akhirnya pemerintah mengeluarkan kebijakan bahwa seluruh hasil tambang dan sumber daya alam lainnya tidak boleh ke luar kecuali dalam bentuk barang jadi.
Kondisi tersebut jauh berbeda dengan Kalsel yang hingga saat ini masih mengekspor secara besar-besaran hasil tambang terutama batu bara ke berbagai negara.
Bahkan, volume ekspor tambang batu bara Kalsel berada pada posisi ke dua terbesar nasional setelah Kalimantan Timur.
Menanggapi hal tersebut, Sekda berharap kedepannya pengelolaan sumber daya alam Kalsel juga akan seperti Afrika Selatan.
"Saat ini kebijakan pertambangan berada di tangan pemerintah pusat, kita juga sangat berharap kedepannya pengelolaan sumber daya alam juga seperti yang telah dilakukan Afsel," katanya.
Dengan demikian, hasil tambang bisa dinikmati oleh warga lokal dalam berbagai bentuk, baik itu kesempatan kerja yang lebih luas dan peningkatan sektor ekonomi lainnya.
Rencananya setelah mengunjungi Pemprov Kalsel, Kedubes Afrika Selatan itu akan mengunjungi pabrik pengolahan intan di Martapura, Kabupaten Banjar./B*C
Editor : Imam Hanafi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.