Operasi pasar yang telah kita lakukan bersama PPI, memang belum berpengaruh besar terhadap harga gula, kondisi ini terjadi secara nasionalBanjarmasin, (Antaranews Kalsel) - Operasi pasar gula yang dilakukan pemerintah bersama dengan PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) sejak sebelum puasa hingga saat ini belum mampu menurunkan harga gula di pasaran.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Pemprov Kalsel Farida Wariansi di Banjarmasin, Jumat mengatakan, hingga kini harga gula masih berada di atas Rp17 ribu per kilogram.
"Operasi pasar yang telah kita lakukan bersama PPI, memang belum berpengaruh besar terhadap harga gula, kondisi ini terjadi secara nasional," katanya.
Bahkan, tambah dia, beberapa provinsi tetangga, harga gula pasir kristal kini telah menembus harga Rp18 ribu bahkan mungkin lebih.
Menurut Farida, untuk operasi pasar gula ini, PPI telah menyiapkan 300 ton gular pasir kristal untuk operasi pasar di Kalsel selama dua bulan, yaitu Ramadan dan Lebaran Idul Fitri.
Operasi pasar ini, diharapkan akan mampu menurunkan harga gula pasir, yang kini mencapai Rp17.500 menjadi Rp12.500 per kilogram.
Menurut Farida, bukan hanya gula pasir, beberapa bahan kebutuhan pokok lainnya juga mengalami kenaikan yang lumayan tinggi.
Padahal, tambah dia, untuk mengantisipasi hal tersebut, pihaknya telah melakukan rapat dengan para distributor agar mereka menambah stok kebutuhan pokok, selama Ramadan dan Lebaran Idulfitri.
"Sudah menjadi hal yang biasa, setiap Ramadan dan lebaran selalu terjadi kenaikan harga, namun kita berupaya, jangan sampai kenaikan tersebut terlalu tinggi, salah satunya dengan tetap stok barang tetap ada di pasaran," katanya.
Farida menghimbau, agar masyarakat tidak melakukan aksi borong, sehingga kondisi pasar tetap stabil seperti biasanya.
"BUkankah inti dari puasa adalah menahan diri, namun yang terjadi saat ini, justru banyak masyarakan berlomba untuk belanja, akhirnya permintaan naik, dan hargapun naik," katanya.
Tentang harga bawang, tambah dia, direncanakan Bulog juga akan melakukan operasi pasar agar harganya kembali turun di pasaran. Saat ini harga bawang merah di Banjarmasin berkisar antara Rp39 ribu per kilogarm.
Kepala Dinas Pertanian, Perikanan dan Peternakan Pemkot Banjarmasin, Doyo Pundjadi mengatakan, mengantisipasi lonjakan harga ayam potong di Banjarmasin, pihaknya sejak jauh-jauh hari memprogramkan tambahan DOC ayam, sesuai dengan estimasi kebutuhan selama Ramadan.
"Namun kenyataannya, walaupun sudah kita tambah dengan jumlah cukup besar, tetap saja, peningkatannya juga jauh lebih besar dari estimasi yang kita tetapkan, karena adanya konsumen baru selama puasa, sehingga harga ayam tetap terjadi kenaikan," katanya.
Pada hari biasa kebutuhan daging sapi di Kalsel terbilang rendah, menurut data Dinas Peternakan Kalsel kebutuhan masyarakat akan daging sapi per hari hanya 95-100 ekor perhari. Hal ini dikarenakan mayoritas masyarakat Kalsel atau antara 60-70 persen warga Kalsel gemar makan daging ayam ketimbang daging sapi.
Sementara, kebutuhan daging ayam Kalsel per hari sebanyak 50.000 ekor dengan produksi ayam ras Kalsel mencapai 60.000-70.000 ekor, sehingga kelebihan produksi ternak ayam dipasok ke provinsi tetangga Kalteng dan Kaltim. Kabupaten Barito Kuala, Tanah Laut dan Tanah Bumbu merupakan sentra produksi sapi di Kalsel.
Selama ini selain diambil dari peternak lokal, pasokan sapi Kalsel berasal dari Nusa Tenggara Barat (NTB), Madura, Jawa Timur, Sulawesi, dan Bali.
Pewarta: Ulul MaskuriahEditor : Ulul Maskuriah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.