Ayam-ayam tersebut, dijual dengan ditaruh diantara tumpukan ayam-ayam potong sehatBanjarmasin, (Antaranews Kalsel) - Dinas Pertanian, Perikanan dan Peternakan Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, mewaspadai peredaran ayam tiren atau ayam bangkai yang dijual di pasar tradisional Banjarmasin.
Kepala Dinas Pertanian, Perikanan dan Peternakan Pemkot Banjaramsin, Doyo Pundjadi di Banjarmasin Jumat mengatakan, selama Ramadan pihaknya akan terus berkeliling bersama tim untuk melakukan razia ke beberapa pasar tradisioanl.
Dalam razia yang dilakukan sejak awal puasa, tambah dia, Tim Pemkot Banjarmasin masih menemukan ayam tiren atau ayam bangkai yang disembelih kembali, kemudian dijual di pasar tradisional Banjarmasin.
"Ayam-ayam tersebut, dijual dengan ditaruh diantara tumpukan ayam-ayam potong sehat," katanya.
Selain ditemukan ayam tiren, tambah Doyo, tim juga menemukan peredaran ikan asin dengan menggunakan zat berbahaya seperti formalin.
Menurut Doyo, penemuan ayam tiren dan ikan asin berformalin tersebut, setelah tim melakukan pengetesan terhadap ayam yang dijual oleh beberapa pedagang di pasar tersebut.
Medik Veteriner Dinas Peterkanan Pemkot Banjarmasin Dokter Hewan Anang Wijatmiko mengatakan, secara kasat mata, ayam tiren memiliki ciri-ciri antara lain, sayap dan paha serta beberapa bagian tubuh ayam lainnya, berwarna biru.
Selain itu, daging juga terlihat tidak segar alias layu, dan proses pemotongan pada leher ayam terlihat rapi.
"Biasanya ayam yang sudah mati kemudian baru dipotong, potongannya akan terlihat sangat rapi, karena tidak ada perlawanan dari ayam tersebut," katanya.
Sedangkan untuk daging sapi, tambah dia, hingga kini tim belum menemukan adanya daging yang mengandung penyakit, rata-rata daging yang diperiksa dalam kondisi segar dan aman.
Begitu juga dengan sayur mayur, rata-rata bebas dari perstisida, sehingga bisa dikonsumsi masyarakat dengan aman.
Menurut Anang, tim akan terus melakukan pemantauan dan pemeriksanaan secara rutin ke pasar-pasar, untuk memastikan tidak adalagi pedagang yang menjual ayam bangkai, dan menggunakan zat berbahaya untuk mengawetkan barang dagangannya.
Sebagaimana diketahui, sejak Ramadan hampir seluruh kebutuhan pokok di Kalimantan Selatan melonjak tajam, karena tingkat konsumsi masyarakat yang juga meningkat.
Pewarta: Ulul MaskuriahEditor : Ulul Maskuriah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.