Penumpang kapal arus mudik lebaran 1432 hijriyah di Kalimantan Selatan (Kalsel) mencapai 22.869 orang naik signifikan dibanding 2010 yang hanya tercatat 14.682 orang.



Kepala Bidang Angkutan Laut Administrator Pelabuhan Trisakti Banjarmasin, Urip Suratno di Banjarmasi, Jumat mengatakan, rata-rata kenaikan jumlah penumpang arus mudik terjadi kenaikan hingga 130 persen bahkan ada yang hampir 200 persen per hari dibanding 2010.


Seperti pada H-13 jumlah penumpang pada 2010 hanya sekitar 457 orang namun pada 2011 telah mencapai seribu penumpang lebih atau naik hingga 132 persen lebih.


Begitu juga pada H-11 pada 2010 jumlah penumpang naik hanya sekitar 514 orang saja, dan 2011 sebanyak 1.511 orang atau naik hingga 193 persen lebih.


Jumlah tersebut meningkat hingga H-8-H-4 lebaran yang merupakan puncak arus mudik dengan total jumlah pemudik rata-rata antara 2.000 hingga 4.000 penumpang per hari.


"Sehingga bila di total jumlah arus mudik selama lebaran mencapai 22.869 orang," kata Urip kepada Sekda Pemprov Kalsel Mukhlis Gafuri.


Sebelumnya, Adpel juga menyampaikan kenaikan jumlah penumpang yang cukup signifikan tersebut terjadi karena pertumbuhan investasi di Kalsel yang mulai menggeliat terutama di sektor perkebunan.


Pada tahun-tahun sebelumnya, jumlah penumpang kapal laut sempat sepi karena pengaruh ambruknya industri kayu di Kalsel, sehingga penumpang kapal laut yang setiap lebaran selalu membludak, mendadak pada 4-5 tahun lalu menjadi sepi.


Beruntung kondisi tersebut tidak berlangsung lama, dengan mulai tumbuhnya investasi baik disektor pertambangan maupun perkebunan di daerah kaya sumber daya alam ini.


Sementara itu, Urip memprediksi, membaiknya investasi di daerah ini juga akan kembali menyedot warga dari luar daerah untuk datang ke Kalsel dalam jumlah yang jauh lebih besar dibanding pada saat arus mudik.


Hal tersebut, terbukti Hingga +6 Idul Fitri jumlah penumpang arus balik telah mencapai 4.659 orang dengan rata-rata jumlah penumpang per hari hampir seribu orang.


Berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, jumlah tersebut diprediksi akan terus mengalami kenaikan hingga H+15 bahkan satu bulan setelah lebaran.


 "Untuk arus balik biasanya waktunya jauh lebih panjang dibanding arus mudik," katanya./B




Editor : Ulul Maskuriah

COPYRIGHT © ANTARA 2026