Marabahan, (Antaranews Kalsel) -  Bupati Barito Kuala, Kalimantan Selatan Hasannudin Murad bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (FKPD) , dan masyarakat Batola menggelar Simulasi Penanggulangan Bahaya Kebakaran Lahan dan Hutan, Rabu (11/5).


Dalam simulasi itu, Bupati H Hasanuddin Murad dan FKPD Batola bersama masyarakat memadamkan dua titik api yang didapat dari data  satelit di  Desa Sido Makmur, Kecamatan Marabahan.

Keberadaan titik panas itu  membuat panik masyarakat sekitar desa tersebut,  namun kepanikan masyarakat yang rata-rata bekerja sebagai petani itu tidak berlangsung lama, karena mereka secara gotong royong memadamkan kebakaran lahan dan hutan tersebut.

Bahkan, dengan datangnya bantuan  Polres Batola, Kodim 1005 Marabahan, dan petugas penanggulangan kebakaran hutan dari BPBD Batola,  Bupati Batola Hasanuddin Murad bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD) Batola, usaha memadamkan kobaran api dapat diatasi.

“Usaha bersama itu akhirnya membuahkan hasil, sehingga  dua titik api tersebut berhasil dipadamkan,” ujar Bupati Batola H Hasanuddin Murad, di Marabahan, Rabu (11/5).

Kebakaran hutan dan lahan tersebut, ucap dia, merupakan kegiatan simulasi yang dilaksanakan jajaran Pemkab Batola bersama Kodim 1005 Marabahan dan Polres Batola.

Lebih lanjut dia mengemukakan, usaha memadamkan kobaran api yang membakar lahan dan hutan itu adalah kewajiban semua pihak.

“Jadi tolong ajarkan kepada masyarakat yang tidak hadir dalam kegiatan ini,  bagaimana caranya memadamkan kobaran api yang membakar lahan dan hutan, sehingga musibah kebakaran hutan dan lahan di kabupaten ini dapat dihidari,” tegasnya.

Mantan anggota DPR RI ini menghimbau, agar para petani di Kabupaten Batola, bila membersihkan lahan pertaniannya jangan dengan menggunakan teknik membakar.

“Tinggalkan cara-cara itu. Karena membakar lahan selain merugikan semua pihak, juga bisa dikenakan sanksi hukuman pidana dan perdata,” sebutnya.

Diakuinya,  membersihkan lahan dengan cara membakar adalah tradisi yang sudah turun temurun. Namun, tradisi tersebut, hendaknya segera ditinggalkan dan diganti dengan cara lain yang lebih aman dan tidak membahayakan.

Kegiatan simulasi ini, terangnya, adalah langkah untuk mematok kebersamaan, sehingga bila terjadi kebakaran hutan dan lahan, dapat segera ditanggulangi bersama.




Pewarta: Arianto
Editor : Hasan Zainuddin

COPYRIGHT © ANTARA 2026