Tanjung, (AntaranewsKalsel) - Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan (Kalsel) melibatkan sebanyak 194 petugas lapangan untuk pelaksanaan Sensus Ekonomi 2016 di wilayah ini.


Kepala Badan Pusat Statistik Kabupaten Tabalong Haryadi di Tanjung, Senin mengatakan pihaknya sudah menyosialisasikan kepada aparatur pemerintah maupun pelaku usaha di `Bumi Saraba Kawa` ini terkait Sensus Ekonomi yang dilaksanakan 1 - 31 Mei 2016.

"Sebanyak 194 petugas atau mitra BPS kita libatkan dalam sensus ekonomi 2016 mengingat tahun ini sebanyak 19 sektor yang akan didata mencakup 14 variabel mulai dari status badan usaha, upah, jumlah tenaga kerja hingga investasi," jelas Haryadi.

Di Kabupaten Tabalong sendiri mencakup 131 des/kelurahan yang tersebar di 12 kecamatan dengan potensi sumber daya alam selain pertanian yakni perkebunan karet, kelapa sawit, hasil hutan dan batubara.

Sensus Ekonomi 2016 sendiri diantaranya bertujuan memperoleh informasi dasar yang mencakup semua sektor ekonomi dan hasilnya dapat dimanfaatkan dalam pemetaan potensi ekonomi di Kabupaten Tabalong.

Haryadi menambahkan bagi dunia usaha hasil sensus ekonomi 2016 sebagai dasar perencanaan pengembangan usaha, potensi pasar, jumlah dan skala usaha sejenis.

"Hasil sensus ekonomi juga bisa digunakan pemerintah daerah sebagai dasar perencanaan ekonomi, mengetahui potensi ekonomi termasuk penyerapan tenaga kerja," tambah Haryadi.

Sektor yang didata dalam sensus ekonomi 2016 diantaranya pertambangan dan penggalian, industri pengolahan, informasi dan komunikasi, jasa keuangan dan asuransi serta konstruksi.

Selain itu jasa profesional, ilmiah dan teknis, jasa persewaan, ketenagakerjaan, agen perjalanan dan penunjang usaha lainnya juga akan menjadi sasaran sensus.

Pewarta: Herlina Lasmianti
Editor : Imam Hanafi

COPYRIGHT © ANTARA 2026