Hingga H+6 Idul Fitri 1432 Hijriah, warga yang menggunakan sepeda motor masih mendominasi jalur Trans Kalimantan, Kotabaru-Banjarmain sepanjang sekitar 300 kilometer.


Pantauan ANTARA Minggu (4/9) malam hingga Senin dini hari, usai merayakan Idul Fitri 1432 Hijriah masyarakat yang menggunakan kendaraan roda dua masih terus mengalir, melintasi jalur Kotabaru-Tanah Bumbu-Tanah Laut-Banjarmasin.


Rata-rata sepeda motor tersebut syarat dengan penumpang dan barang-barang bawaan, seperti, tas baju dan kotak kardus.


Bahkan sebagian kendaraan juga ada yang dimodifikasi ditambah panjang boncengannya dengan menggunakan besi atau kayu balokan untuk tempat kotak kardus dan tas pakaian.


Sementara di bagian tengah kendaraan ditempati satu atau dua orang anak balitanya.


Kondisi tersebut rawan terjadi kecelakaan lalu lintas, terlebih apabila turun hujan, dimana kondisi jalan licin.


Selain kendaraan roda dua, pada arus balik kali ini jumlah mobil pribadi dan mobil dinas yang melintas di jalur Trans Kalimantan juga cukup banyak.


Hal itu disebabkan, angkutan umum di daerah tersebut terbatas dan harga tiket menjelang dan sesudah lebaran naik.


"Meski biaya sewanya lebih mahal, lebih baik naik mobil pribadi, karena lebih enak tidak berdesak-desakan," ujar Sabari seorang warga.


Pantauan di lapangan, banyak mobil pribadi menjelang dan sesudah Lebaran disewakan dengan harga yang cukup tinggi antara Rp1,5 juta - Rp2 juta Kotabaru-Banjarmasin./C




Editor : Imam Hanafi

COPYRIGHT © ANTARA 2026