Anggota Panitia Khusus (Pansus) III LKPj Kepala Daerah Kalsel TA 2015 bidang pembangunan dan infrastruktur, Misri Syarkawi mengemukakan itu kepada wartawan di Banjarmasin, Senin.
Menurut anggota DPRD Kalsel periode 1999-2004 dan 2004-2009 itu, provinsi yang terdiri atas 13 kabupaten/kota dan memiliki sumber daya alam (SDA) yang cukup potensial, sudah saatnya peningkatan kelas jalan.
Pasalnya armada angkutan yang melindas jalan umum di Kalsel belakangan ini bermuatan belasan ton, dan bahkan ada yang lebih 20 ton, ujar Sekretaris Fraksi Partai Golkar DPRD provinsi tersebut.
"Sementara jalan di Kalsel saat ini paling tinggi kelas III atau beban maksimum delapan ton," ujar anggota Komisi III bidang pembangunan dan infrastruktur DPRD provinsi tersebut yang juga membidangi pertambangan dan energi, serta perhubungan itu.
Oleh sebab itu, bukan hal aneh kalau begitu selesai perbaikan jalan - tak berapa lama kemudian atau yang semestinya bisa bertahan hingga lima, maka paling lama sekitar tiga tahun rusak lagi karena tidak daya tahan beban, lanjutnya.
Karena itu pula, seiring dengan meningkatnya frekwensi angkutan jalan raya serta bertambah berat beban, maka kelas jalan umum, terutama jalan nasional perlu peningkatan, tuturnya didampingi rekannya satu komisi Ismail Hidayat dari PPP.
Sementara dalam LKPj 2015 terungkap, kondisi jalan pada umumnya di provinsi tertua di Pulau Kalimantan itu, mantap,
Sebagai contoh dari 851,91 kilometer jalan provinsi yang rusak berat hanya empat kilometer, kondisi baik 732,90 kilometer, sedang 56,91 kilometer dan kondisi rusak 58,10 kilometer.
Pewarta: Syamsuddin HasanEditor : Imam Hanafi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.