Negara-negara tersebut sangat bertumpu kepada hutan yang ada di Indonesia, untuk itu kita harus menjaga hutan kita sendiri,"Kotabaru, (AntaranewsKalsel) - Wakil Bupati Kotabaru Burhannudin mengikuti seminar dengan Tema Diseminasi Hasil Penelitian Resolusi Konflik Dan Pengendalian Kebakaran Hutan Dan Lahan Berbasih Kemitraan Di Kabupaten Kotabaru.
"Dulu saat hutan kita masih luas jarang sekali terjadi kebakaran hutan, tetapi sekarang ini karena sudah kebanyakan hutan yang dibabat sehingga terjadilah kebakaran," kata Burhanudin, Rabu.
Padahal dulu, lanjut dia, sewaktu dirinya menjadi anggota DPR Provensi, Kabupaten Kotabaru masuk 10 besar daerah yang memiliki hutan yang dikelola dengan baik.
Hutan sebagai paru-paru dunia, harus tetap dijaga dan saat ini beberapa negara sahabat rela memberikan kompensasi kepada Indonesia agar hutannya tidak ditebang, dibakar dan selalu dijaga kelestariannya.
"Negara-negara tersebut sangat bertumpu kepada hutan yang ada di Indonesia, untuk itu kita harus menjaga hutan kita sendiri," tutur dia.
Burhanudin mengajak masyarakat untuk menelihara hutan dengan baik, agar mendapatkan konpensasi dari perdagangan karbon karena telah menjaga kawasan hutan tetap dalam kondisi baik.
Wakil Bupati juga mengajak masyarakat Kotabaru untuk menghijaukan kembali hutan yang rusak, terutama di daerah aliran sungai, dan kawasan kritis akibat penebangan liar dengan menanam kembali bibit-bibit pohon apa saja.
Dirut PT. Inhutani II Tjipta Purwita menambahkan, seminar ini sebagai salah satu upaya untuk membangun komunikasi, konsolidasi dan penguatan peran para pihak dalam pengelolaan hutan tetap lestari.
"Tujuan seminar untuk edukasi publik dan membangun kesepahaman/kesepakatan para pihak terkait penanganan komflik sosial (membangun manajemen kalaborasi), dan pengendalian kebakaran hutan dan lahan," terangnya.
Pewarta: HumasEditor : Imam Hanafi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.