Ia mengemukakan itu dalam tausiyahnya di Masjid Assa'adah Komplek Beruntung Jaya Banjarmasin, usai Shalat Subuh Sabtu.
Lebih jauh TG menjelaskan makna atau pengertian hakiki daripada iman tersebut yaitu senantiasa melakukan amal kebaikan sesuai tuntunan Allah SWT dan Rasul Nya Muhammad Saw.
"Bukan sebaliknya seperti suka melakukan kebohongan atau membicarakan yang tidak-tidak, misalnya menjelekkan orang lain serta tak manfaat baik pada diri sendiri maupun orang banyak," lanjutnya.
Oleh sebab itu, TG yang mengisi pengajian rutin di Masjid Assa'adah tiap selesai Shalat Subuh Sabtu tersebut mengingatkan, sebagai seorang Muslim yang mengaku beriman jangan sekali-kali melakukan keburukan, terlebih bertentangan dengan agamanya.
"Memang sulit untuk mencapai kesempurnaan dalam iman, tetapi harus tetap harus berusaha," ajaknya.
"Sebab rugi kalau kita berusaha mencapai kesempurnaan iman. Kerugian itu bukan di dunia, tetapi pada alam akhirat kelak yang tak ada gunanya lagi penyesalan," demikian Zainuddin Rais.
Usai tausyiah, sudah kebiasaan pula jamaah pengajian tersebut ramai-ramai melaksanakan Shalat Dhuha sebelum pulang dari masjid atau kembali ke rumah masing-masing.
Pewarta: Syamsuddin HasanEditor : Imam Hanafi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.