Kini seluruh kekuatan yang dimiliki PLN dikerahkan untuk dapat menyelesaikan percepatan pekerjaan untuk dua pembangkit tersebut, sehingga paling tidak September 2016 sudah dapat masuk ke Sistem Barito,Banjarmasin (Antaranews Kalsel) - Berbagai kebijaksan dan langkah strategis kini sudah disusun pihak PT PLN Wilayah Kalimantan Selatan dan Tengah, diantaranya melakukan berbagai percepatan pembangunan dan operasional pembangkit baik yang ada di wilayah tersebut maupun harus mendatangkan dari luar wilayah tersebut.
General Manager PT PLN Wilayah Kalselteng Purnomo pada Jumpa Pers yang digelar Pemprov Kalsel di Balai Wartawan PWI Provinsi Kalsel, Senin mengatakan, langkat strategis berupa percepatan mutlak harus dilakukan untuk mengatasi krisis atau defisit daya listrik di Kalselteng sejak tiga bulan terakhir.
Beberapa langkah strategis tersebut seperti percepatan operasional PLTU Pulang Pisau 2 x 60 megawatt dan percepatan pekerjaan jalur transisi 150 kilovolt yang akan menyalurkan daya listri dari PLTMG Bangkanai bnerkapasitas 155 megawatt.
"Kini seluruh kekuatan yang dimiliki PLN dikerahkan untuk dapat menyelesaikan percepatan pekerjaan untuk dua pembangkit tersebut, sehingga paling tidak September 2016 sudah dapat masuk ke Sistem Barito," katanya.
Secara umum, dijelaskan sejak Januari 2016 sistem kelistrikan Kalselteng mengalami defisit daya menyusul pemeliharaanpembangkit di PLTU Asam-Asam, kini total defisit daya terutama saat beban puncak mencapau 68,4 megawatt.
Menurut dia, pada saat kondisi normal daya mampu kelistrikan Kalselteng 506,1 megawatt dengan beban puncak tertinggi 505,1 megawatt dengan produksi pengbangkit terbesar 65 megawatt, sehingga secara umum sistem kelistrikan di wilayah itu belum handal.
Kondisi tersebut terjadi karena sejak 2013 sama sekali tidak ada tambahan pembangkit baru sementara penyelesaian proyek pembangkit baru dan transmisi terus mundur dari jadwal yang ditetapkan, sedangkan pertumbuhan pelanggan cukup tinggi, kata Purnomo.
"Selain kerja keras PLN, penyelesaian seluruh pekerjaan terkait pembangkit dan transmisi yang masih terkendala saat ini, memerlukan dukungan semua pihak baik pemerintah daerah dan masyarakat," katanya.
Sambil menunggu percepatan proyek pembangkit dan transmisi di PLTU Pulaung Pisau dan PLTMG Bangkanai, PLN kini juga telah melakukan relokasi PLTD dari Bali sebesar 30 megawatt yang kini telah terpsang dan Riau sebesar 20 megawatt yang saat dalam perjalanan menuju Pelabuhan Trisakti Banjarmasin.
Menurut dia, dalam jangka pendek mengatasi defisit daya adalah melalui tambahan pembelian daya listrik dari swasta yakni dari PT Dua Samudra Perkasa 6 MW, PT Cahaya Borneo Sukses Agrosindo 3 MW, PT CHONC tahap I 10 MW dan PT CHONC tahap II 10 MW .
Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Kalsel Kustono mengatakan, pada tahun 2016 pihaknya mendapat alokasi dana alokasi khusus bidang energi skala kecil untuk penyusuan studi kelayakan dan rangangan teknis rinci khusus lokasi yang belum terjangkau listrik PLN.
"Tahun ini kita menargetkan unit PLTS untuk daerah terpencil bisa terealisasi dengan alokasi anggaran sebesar Rp10,8 miliar," katanya.
Pewarta: Abdul Hakim MuhiddinEditor : Abdul Hakim Muhiddin
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.