Kalau masih ada penderita gizi buruh yang tidak tertangani dengan baik, berarti kinerja Dinkes di banua Kalsel belum baik
Banjarmasin,  (Antaranews Kalsel) - Wakil Ketua Komisi IV bidang kesra DPRD Kalimantan Selatan HM Lutfi Saifuddin meminta Dinas Kesehatan (Dinkes) di provinsinya agar meningkatkan kinerja.

Permintaan itu menjawab anggota Press Room DPRD Kalimantan Selatan (Kalsel) di Banjarmasin, Jumat, berkaitan masih ada temuan penderita gizi buruh di provinsi yang terdiri atas 13 kabupaten/kota tersebut baru-baru ini.

"Kalau masih ada penderita gizi buruh yang tidak tertangani dengan baik, berarti kinerja Dinkes di banua Kalsel belum baik," ujar politisi muda Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) tersebut.

"Vokalis" Fraksi Partai Gerindra DPRD Kalsel itu menyangkan sampai ada penderita gizi buruk di provinsi tersebut yang terlalaikan penanganannya sehinggan bertambah parah.

Semestinya, lanjut dia, bagaimana cara Dinkes memotivasi petugas atau kader kesehatan melalui Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) agar terus memantau dan cepat tanggap terhada kondisi masyarakat setempat/sekitar.

"Dalam hal ini pula, bagaimana cara meningkatkan peran keberadaan Posyandu, bukan cuma seakan seremonial atau pemenuhan formalitas," tutur laki-laki kelahiran 26 Oktober 1971 atau berbintang Scorpio tersebut.

Berkaitan temuan penderita gizi buruk tersebut, dengan melalui Komisi IV DPRD Kalsel yang juga membidangi kesehatan dia bermaksud memintai keterangan kepada Dinkes provinsi setempat dalam waktu dekat ini.

"Pasalnya, walaupun persoalan gizi buruk itu kelihatannya speli (kecil), tapi tidak bisa kita biarkan begitu saja. Karena hak semua orang untuk mendapatkan pelayanan kesehatan dan hidup layak," tutur wakil rakyat bergelar

"Memalukan kalau sampai ada penderita gizi buruk yang terabaikan. Sedangkan anggaran kesehatan Kalsel mencapai 18 persen dari APBD provinsi setempat atau secara persentase terbesar dari daerah lain di Indonesia," demikian Lutfi Saifuddin.

Sementara itu, seorang anak penderita gizi buruk asal Anjir Kabupaten Barito Kuala (Batola), Kalsel kini sedang dalam perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Banjarmasin.

Menurut ibu dari penderita gizi buruk tersebut masih ada lagi dekat tempat tinggalnya seorang anak yang mengalami penderitaan serupa belum tertangani sampai saat ini.

Selain itu, di "Bumi Salidah" Batola ada temuan anak yang menderita hydrocepalus (kepala membesar), kini sudah menjadi perhatian pemerintah setempat.

Pewarta: Syamsudin Hasan
Editor : Ulul Maskuriah

COPYRIGHT © ANTARA 2026