Sudah kita lakukan survei di lapangan dalam dua minggu ini, tidak ada didapati satupun unggas di daerah ini yang terindikasi mengidap virus flu burung, tapi ini tidak menjamin akan seterusnya aman, hingga kita harus selalu waspadaBanjarmasin (Antaranews Kalsel) - Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Banjarmasin Doyo Pudjadi menyatakan akan tetap mempertahankan kewaspadaan meski sejauh ini Banjarmasin negatif kasus flu burung.
"Sudah kita lakukan survei di lapangan dalam dua minggu ini, tidak ada didapati satupun unggas di daerah ini yang terindikasi mengidap virus flu burung, tapi ini tidak menjamin akan seterusnya aman, hingga kita harus selalu waspada," ujarnya di Banjarmasin, Rabu.
Dinas Pertanian dan Perikanan akan melakukan pengawasan intensif di daerah-daerah kantong unggas, paling tidak hingga dua bulan kedepan hingga pemerintah provinsi menyatakan seluruh daerah di tanah ini bebas flu burung.
"Selama belum ada pernyataan aman itu, kita harus terus melakukan survei di lapangan, sebab kasusnya terindikasi ada di daerah lain," paparnya.
Sebagai langkah kewaspadaan maka akan dilakukan secara berulang tes kesehatan kepada unggas-unggas terutama di kantong penampungan yang hampir ada di semua kecamatan.
"Ada dua cara kita lakukan, pertama tes cepat dan kedua pengambilan sampel untuk diperiksa di laboratorium," katanya.
Untuk ayam potong masih cukup mudah diawasi, karena puluhan ribu ekor yang datang harus masuk Rumah Potong Hewan (RPH) Basirih dulu sebelum bisa dipasarkan.
"Yang cukup sulit itu unggas jenis itik atau bebek, karena pemotongannya yang kebanyakan langsung dilakukan di rumah makan atau rumah warga, ini terpaksa didatangi satu persatu setiap saatnya," beber Doyo.
Dia berharap masyarakat yang beternak unggas agar juga selalu waspada terhadap kesehatan unggasnya, bila terdapat unggas yang mati mendadak, maka segera dilaporkan agar diperiksa.
"Karena kalau dibiarkan, bisa menjadi bahaya bagi keluarga peternak sendiri, sebab penyakit flu burung ini akan mudah menjangkit dan bisa menyebabkan kematian," pungkasnya.
Pewarta: SukarliEditor : Hasan Zainuddin
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.