Lima pelabuhan yang terancam mangkrak dan kita harapkan pembangunannya terus berlanjut, proyek dari pemerintah pusat yang ketika itu masa transisi Departemen Perhubungan (Dephub) ke Kementerian Perhubungan (Kemenhub)Banjarmasin (Antaranews Kalsel) - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kalimantan Selatan dan pemerintah provinsi setempat mengharapkan pembangunan lima buah pelabuhan laut terus berlanjut.
Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kalimantan Selatan (Kalsel) Sofyan, Selasa menerangkan, tekad melanjutkan pembangunan pelabuhan itu karena ada lima pelabuhan yang terancam mangkrak di Kabupaten Kotabaru dan Kabupaten Tanah Laut.
"Lima pelabuhan yang terancam mangkrak dan kita harapkan pembangunannya terus berlanjut, proyek dari pemerintah pusat yang ketika itu masa transisi Departemen Perhubungan (Dephub) ke Kementerian Perhubungan (Kemenhub)," tuturnya.
"Kita tidak tahu pasti permasalahan kenapa sudah beberapa tahun terakhir tak ada kelanjutan pekerjaan pembangunan pelabuhan tersebut. Karena dalam perencanaan tidak melibatkan pemerintah provinsi (Pemprov) Kalsel," demikian Sofyan.
Sementara Ketua Komisi III bidang pembangunan dan infrastruktur DPRD Kalsel H Bardiansyah menyayangkan kalau pembangunan lima pelabuhan di wilayah timur provinsi itu sampai gagal atau mangkrak.
Pasalnya pembangunan lima pelabuhan itu sudah menelan biaya ratusan miliar rupiah, tutur Bardiansyah yang juga Ketua Panitia Khusus (Pansus) III DPRD Kalsel pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) kepala daerah setempat tahun anggaran 2015.
Lebih dari itu, lanjut politisi Partai Golkar tersebut, keberadaan lima pelabuhan di Kotabaru dan Tala akan menunjang pertumbuhan dan perkembangan daerah setempat serta sekitar.
Selain itu, akan menunjang ketahanan nusantara, karena di wilayah timur Kalsel tersebut memiliki sumber daya keluatan yang cukup potensial, demikian Bardiansyah
Pewarta: Syamsudin HasanEditor : Hasan Zainuddin
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.