"Memang adanya salah satu sekolah yang sempat tertunda pelaksanaannya selama satu jam akibat terganggunya jalur Local Area Network (LAN)," tuturnya usai memantau UNBK pada beberapa sekolah di Banjarmasin, Senin.
Sebagai antisipasi ke depan, saran wakil rakyat sarjana komputer tersebut, pihak sekolah yang melaksanaan UNBK di Kalimantan Selatan (Kalsel) terus berkoordinasi bersama provider jaringan internet untuk menjamin kelancaran UNBK hingga selesai.
Menurut mantan Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kalsel itu, secara umum pelaksanaan UNBK tersebut dari sarana komputer dan jaringan sudah cukup siap.
"Ke depan, guna kelancaran pelaksanaan UNBK hendaknya terus berupaya mengantisipasi segala persoalan sekecil apapun," lanjut Wakil Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa DPRD Kalsel itu.
Ketua Komisi IV DPRD Kalsel yang juga membidangi pendidikan itu mengapresiasi PLN yang menyatakan kesiapan membantu kelancaran UNBK di provinsi yang terdiri atas 13 kabupaten/kota tersebut, seperti menyediakan generator set (genset) sebagai antisipasi kalau listrik padam.
"Pasalnya keterseidaan listrik salah satu penentu kesuksesan pelaksanaan UNBK, disamping faktor lain," demikian Yazidie Fauzy.
Komisi IV DPRD Kalsel bersama sejumlah wartawan memantau pelaksanaan UNBK pada beberapa SLTA di Kota Banjarmasin, antara lain SMA Negei 1, 2, 3 dan 7, serta SMK Negeri 1.
Pada kesempatan terpisah, Sekretaris Dinas Pendidikan (Disdik) Kalsel Amka yang juga Ketua Panitia Ujian Nasional (UN) 2016 di provinsi itu menerangkan, di provinsinya ada 400 lebih sekolah lanjutan tingkat atas (SLTA) yang mengikuti UN tersebut.
Namun dari ratusan SLTA tersebut baru 64 di antaranya yang UNBK yaitu 23 Sekolah Menengah Atas (SMA) dan 41 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).
Pewarta: SukarliEditor : Imam Hanafi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.