Indeks harga yang diterima petani turun sebesar 0,85 persen, sedangkan harga yang dibayar petani mengalami kenaikkan sebesar 0,31 persen...Banjarbaru, (Antaranews Kalsel) - Badan Pusat Statistik Kalimantan Selatan (BPS Kalsel) mencatat nilai tukar petani pada Maret 2016 mengalami penurunan sebesar 1,16 persen dibanding nilai tukar petani bulan Februari.
Kepala Badan Pusat Statistik Kalsel Diyan Pramono Effendi di Banjarbaru, Jumat mengatakan, penurunan nilai tukar petani (NTP) disebabkan harga yang diterima petani turun.
"Indeks harga yang diterima petani turun sebesar 0,85 persen, sedangkan harga yang dibayar petani mengalami kenaikkan sebesar 0,31 persen," ujarnya pada jumpa pers bulanan.
Disebutkan, NTP Kalsel bulan Maret 97,67 persen atau turun 1,16 persen dibanding Februari dengan nilai harga diterima petani turun 0,85 persen dan indeks harga dibayar naik 0,31 persen.
Dilihat dari sub sektor, sub sektor tanaman pangan turun 1,68 persen, sub sektor tanaman perkebunan rakyat turun 1,41 persen, sub sektor peternakan turun 0,63 persen.
Kemudian, sub sektor perikanan mengalami penurunan 1,12 persen, sedangkan satu sub sektor yakni holtikultura mengalami kenaikan nilai tukar sebesar 0,11 persen.
Sementara itu, pada Maret 2016 terjadi inflasi di daerah pedesaan Kalsel sebesar 0,42 persen akibat naiknya indeks harga pada sub kelompok bahan makanan 0,71 persen.
Sub kelompok makanan jadi naik sebesar 0,11 persen, sub kelompok perumahan naik sebesar 0,69 persen, sub kelompok sandang naik sebesar 0,23 persen.
Sub kelompok kesehatan naik 0,27 persen dan sub kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga yang mengalami sebesar 0,06 persen, sub kelompok transportasi naik 0,09 persen.
Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) Kalsel pada Maret 2016 sebesar 105,09 atau mengalami penurunan sebesar 0,87 persen jika dibanding NTUP bulan sebelumnya.
Secara nasional, Provinsi Maluku Utara mengalami kenaikkan NTP tertinggi yakni 0,73 persen, sedangkan Provinsi Banten mengalami penurunan TNP tertinggi 1,72 persen.
Pewarta: Yose RizalEditor : Ulul Maskuriah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.