Sebulan terakhir harga karet di Kabupaten Tapin mengalami penurunan yang cukup drastis akibat rendahnya permintaan akan karet.
Seorang petani karet yang juga pengepul karet di kecamatan Lokpaikat kabupaten Tapin, Jamhuri, Senin (22/08) mengatakan rendahnya permintaan karet oleh perusahaan disebabkan berkurangnya permintaan karet oleh sejumlah negara pengimpor karet seperti Jepang dan Singapura.
"Pada juli kemarin harga karet masih dijual dengan Rp.17ribu perkilo, namun kini hanya berkisar antara Rp.11ribu hingga Rp.11.500 perkilogramnya." ujarnya.
Menurut pengepul karet yang sudah menjalani usahanya selama tiga tahun ini, Harga karet mulai turun secara bertahap sejak beberapa bulan yang lalu saat mulai datangnya musim kemarau.
Namun penurunan harga karet mencapai puncaknya pada agustus ini hingga menjadi Rp.11ribu perkilonya.
Dijelaskan Jamhuri, meski mengalami penurunan yang cukup drastis , kondisi ini dirasanya tidak terlau berlebihan karena harga tersebut masih dalam kondisi normal.
Jamhuri memperkirakan kondisi seperti ini akan kembali lancar jika musim penghujan tiba./et*C.
Editor : Imam Hanafi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.