Saya sudah meninjau daerah yang terkena bencana banjir tersebut, dan menyarankan petani yang terancam gagal panen itu melalui pemerintah kabupaten (Pemkab) Tanbu agar segera mengajukan permohonan bantuan bibit padi
Banjarmasin (Antaranews Kalsel) - Wakil Ketua DPRD Kalimantan Selatan H Hamsyuri meminta pemerintah agar memperhatikan petani yang mengalami gagal panen, antara lain dengan sesegera mungkin memberikan bantuan benih atau bibit padi.


Sebagai contoh sekitar 900 hektare (ha) tanaman padi di Kecamatan Kusan Hulu dan Kecamatan Kusan Hilir Kabupaten Tanah Bumbu (Tanbu), Kalimantan Selatan (Kalsel) kini terancam gagal panen, ujarnya di Banjarmasin, Selasa.

Pasalnya banjir melanda tanaman padi yang siap panen, sehingga tanaman tersebut menjadi rusak, ungkap wakil rakyat asal daerah pemilihan (dapil) Kalsel VI - meliputi Kabupaten Kotabaru dan Tanbu, yang datang dari wilayah timur provinsi itu.

"Saya sudah meninjau daerah yang terkena bencana banjir tersebut, dan menyarankan petani yang terancam gagal panen itu melalui pemerintah kabupaten (Pemkab) Tanbu agar segera mengajukan permohonan bantuan bibit padi," ujar wakil rakyat bergelar sarjana hukum tersebut.

"Pengajuan permohonan bantuan bibit padi tersebut kepada pemerintah provinsi (Pemprov) Kalsel ataupun pemerintah pusat melalui Pemprov setempat," lanjut mantan Camat Pulau Sembilan Kotabaru yang bergabung ke Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu.

Pensiunan pegawai negeri sipil itu mempertanyakan dan sekaligus mengharapkan, pembangunan bendungan di wilayah Tanbu, sehingga bukan mampu mengairi persawahan lebih luas lagi di kabupaten yang menggunakan motto daerah "Bersujud" tersebut, juga bisa panen dua panen setahun.

Selain itu, keberadaan bendungan tersebut bukan cuma untuk irigasi pertanian, tapi bisa sebagai pengendali banjir dan Pusat Listrik Tenaga Air (PLTA) sehingga dapat pula membantu mengatasi kekurangan daya listrik dan tidak lagi terjadi pemadaman bergilir di provinsi yang terdiri 13 kabupaten/kota ini.

"Memang di Kalsel sekarang tidak ada lagi pemadaman bergilir oleh PT PLN (Persero) Wilayah Kalselteng, tapi yang ada listrik menyalan bergilir," ucapnya sambil bercanda dan tertawa.

Rencana membuat waduk di hulu Sungai Kusan dan menjadikan PLTA pernah terkuak saat pemerintahan Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur), tapi sampai saat ini tidak ada tindak lanjutnya, demikian Hamsyuri. 


Pewarta: Syamsudin Hasan
Editor : Hasan Zainuddin

COPYRIGHT © ANTARA 2026