Berdasarkan data statistik, selama kurun lima tahun terakhir laju pertumbuhan penduduk di Kalsel meningkat 0,56 dari 2,16 meningkat menjadi 2,74, sedangkan rata-rata nasional hanya 2,32 ,"
Amuntai, (Antaranews.Kalsel) - Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Kalimantan Selatan Muhammad Fauzi mengatakan laju pertumbuhan penduduk di Kalsel melebihi angka rata-rata nasional.
"Berdasarkan data statistik, selama kurun lima tahun terakhir laju pertumbuhan penduduk di Kalsel meningkat 0,56 dari 2,16 meningkat menjadi 2,74, sedangkan rata-rata nasional hanya 2,32 ," ujar Fauzi di Amuntai belum lama ini.
Fauzi mengatakan, ada dua kabupaten menjadi penyumbang pertumbuhan penduduk tertinggi di Kalsel yakni Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) dan Barito Kuala.
Ia menerangkan, peningkatan jumlah penduduk pada umumnya banyak terjadi di kawasan yang banyak aliran sungai, seperti Kecamatan Daha di Kabupaten HSS, demikian pula di Barito Kuala banyak terjadi pertumbuhan penduduk di kawasan aliran sungai.
Namun demikian, Fauzi tidak secara tegas mengkorelasikan pertumbuhan penduduk dengan kawasan aliran sungai, kecuali untuk tingkat pendidikan penduduk.
"Semakin tinggi tingkat pendidikan suatu masyarakat, semakin rendah tingkat pertumbuhan penduduk, demikian pula sebaliknya," kata Fauzi.
Dijelaskan, penduduk yang menuntut pendidikan tinggi, lebih memilih menunda perkawinan atau memiliki anak, disamping pertimbangan yang lebih matang terkait masa depannya.
Fauzi yang mendampingi penyerahan 119 mahasiswi magang program kebidanan Universitas Muhammadiyah Banjarmasin kepada Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) belum lama ini berharap bidan magang dapat membantu meningkatkan kesadaran masyarakat untuk membatasi kelahiran anak.
Apalagi, katanya, profesi bidan desa masih sangat dihormati dan dibutuhkan masyarakat, sehingga bisa menjadi agen penyampai informasi dan pendidikan bagi warga.
Bupati HSU Abdul Wahid menyambut gembira ada praktek magang mahasiswi kebidanan didaerahnya mengingat masih banyak desa yang belum memiliki tenaga bidan desa.
"Dari sebanyak 214 desa dan 5 kelurahan, masih ada sebanyak 9 desa yang belum memiliki tenaga bidan desa," katanya.
Wahid menjelaskan, Pemda HSU memang tengah meningkatkan jumlah bidan desa diantaranya untuk menekan angka kematian ibu dan bayi.
Pewarta: Eddy AbdillahEditor : Eddy Abdillah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.