Jadi pengertian di-`sweeping` itu bukan yang negatif, tapi ini positif dalam memberikan imunisasi langsung ke balita, agar tidak ada yang ketinggalanBanjarmasin (Antaranews Kalsel) - Wakil Gubernur Kalimantan Selatan Rudy Resnawan menyatakan setuju ada langkah razia (sweeping) imunisasi polio bagi balita yang belum mendapatkan program Pekan Imunisasi Nasional (PIN) polio 2016, dari 8-15 Maret.
"Jadi pengertian di-`sweeping` itu bukan yang negatif, tapi ini positif dalam memberikan imunisasi langsung ke balita, agar tidak ada yang ketinggalan," ujarnya saat membuka pencanangan PIN Polio 2016 di Menara Pandang Siring Sungai Martapura, Banjarmasin, Selasa.
Ia juga meminta seluruh petugas kesehatan bisa aktif menyelanggarakan program PIN ini, hingga tidak ada satupun balita yang tertinggal diberi imunisasi polio.
"Jadi, kalau dalam data kita masih ada balita yang belum diimunisasi sekitar tiga hari jalan program ini, maka datangi ke rumahnya," ucapnya.
Rudy menyatakan program ini sangat penting disukseskan semua pihak, yakni, petugas kesehatan dan orangtua balita, sebab tujuannya sangat besar bagi kesehatan anak-anak negeri ini agar terhindar dari penyakit polio.
"Karena ini demi kesehatan anak-anak kita juga, ayo kita bersama-sama menyukseskannya," kata Rudy.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalsel Achmad Rudiansjah mengungkapkan, untuk program PIN polio 2016 di 13 kabupaten/kota di provinsi ini tercatat sebanyak 406.995 orang balita.
"PIN ini dilaksanakan untuk balita usia 0-59 bulan dan target kita bisa selesai seluruhnya sesuai jadwal," ujarnya.
Menurut Rudiansjah, jumlah vaksin yang dibutuhkan untuk PIN Polio tersebut yang dibutuhkan mencapai 22.594 vial, terbanyak di Kabupaten Tanah Laut mencapai 3.702 vial, kemudian Kabupaten Banjar 3.025 dan Kota Banjarmasin 3.953.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin Diah R Praswati menyatakan, untuk balita di Banjarmasin yang menjadi target pihaknya mendapatkan imunisasi polio sebanyak 67.1686 orang balita.
"Untuk memenuhi target selesai mengimunisasi balita sebanyak itu, maka kami mendirikan 643 pos PIN yang tersebar di lima kecamatan," ungkapnya.
Bahkan untuk mengejar target itu, kata Diah, langkah razia akan dilakukan dan ini ditargetkan bagi balita yang diketahui belum dibawa orangtuanya ke pos PIN.
"Sebab data alamat dan nama balita kita lengkap memiliki, jadi tinggal mendata saja lagi siapa yang belum, hingga didatangi ke rumahnya untuk diberi tetes imunisasi," tegasnya.
Pencanangan PIN Polio 2016 di Banjarmasin ini juga dihadiri wali kota dan wakil wali kota setempat didampingi istri masing-masing, sebanyak empat bayi diberikan imunisasi sacara simbolis tanda dimulainya program nasional tersebut.
Pewarta: SukarliEditor : Hasan Zainuddin
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.