Mesjid kebanggaan warga ibu kota provinsi itu melaksanakan sholat gerhana matahari pada pukul 07.30 Wita, puluhan ribu jamaah hadir, sebab terlihat hingga penuh halaman mesjid.
Sholat yang diimami KH Husin Nafarin dan khotib Kepala Kanwil Kemenag Kalsel H M Tambrin, itu dihadiri Wali Kota Banjarmasin Ibnu Sina dan pejabat pemerintah daerah lainnya.
Kepala Kanwil Kementerian Agama Kalimantan Selatan HM Tambrin yang memberi khutbah menyatakan, sholat gerhana merupakan tanda syukur umat Islam terhadap Allah SWT, atas kebesarannya menciptakan fenomena tersebut.
"Di dalam agama kita diajarkan, saat terjadi fenomena alam berupa gerhana matahari dan bulan, maka laksanakanlah sholat sunnah sebagai tanda kita mengingat kebesaran Allah SWT," ujarnya.
Menurut dia, Rasulullah SAW mengajarkan beberapa hal yang sunnah dilakukan saat terjadi gerhana ini, sholat, berdoa, beristigfar, bersadakah, bertakbir, dan memerdekakan budak.
"Karena ini fenomena alam yang langka ini, maka kita dianjurkan mengistimewakannya dengan banyak mengingat Allah, beramal, dan beribadah," paparnya.
Kalsel merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang bisa melihat fenomena alam terjadinya gerhana matahari, yang gerhana totalnya bisa disaksikan di tiga titik, di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Tabalong, dan Balangan.
"Sedangkan di Banjarmasin hanya sekitar 85 persen saja terjadinya gerhana matahari," ujar Wali Kota Banjarmasin Ibnu Sina.
Menurut dia, untuk menyambut fenomena ini, mesjid-mesjid di Banjarmasin rata-rata menggelar sholat gerhana.
"Ini fenomena alam yang luar biasa dan terjadi langka, perlu kita sangat menyukurinya," ucapnya.
Pewarta: sukarliEditor : Hasan Zainuddin
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.