Terkait hal ini sudah saya kordinasikan dengan dinas terkait untuk mencegah terjadinya kerusakan sarana dan prasarana atau fasilitas umum akibat luapan airBatulicin, (Antaranews Kalsel) - Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, mulai bersiaga menghadapi bencana banjir sejak intensitas curah hujan beberapa pekan terakhir mulai tinggi.
Wakil Buati Tanah Bumbu H. Sudian Noor saat terjun langsung meninjau langsung lokasi pemukiman warga, di Batulicin, Senin mengatakan, genangan air sempat merambah sebagian rumah warga hingga membuat penghuninya terpaksa harus mengamankan barang perabot rumah tanggannya agar terhindar dari genangan air.
"Terkait hal ini sudah saya kordinasikan dengan dinas terkait untuk mencegah terjadinya kerusakan sarana dan prasarana atau fasilitas umum akibat luapan air," katanya.
Ia mengatakan, kondisi paling parah akibat luapan air di Desa Salimuran, Kecamatan Kusan Hilir, dan mengakibatkan salah satu ruas jalan rusak akibat terkikis luapan air.
Rusaknya ruas jalan yang disebabkan luapan air diperparah karena belum adanya pembangunan tanggul yang mengakibatkan luapan air berpotensi merusak badan jalan.
Sudian Noor meminta Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Tanah Bumbu agar segera mengirim material untuk membuat tanggul sekaligus meninggikan badan jalam tersebut.
"Jalan ini memang segera perlu ditinggikan serta dibuatkan tanggul, agar tidak lagi terkikis luapan air," katanya saat meninjau ke lokasi Desa Salimuran Kecamatan Kusan Hilir.
Selain meninjau lokasi rawan banjir, pihaknya juga mengimbau masyarakat agar terus waspada dengan adanya banjir, di mana beberapa minggu terahir curah hujan terus meningkat sehingga bepotensi banjir dadakan.
Kepala Badan Penanggulan Bencana Daerah Tanah Bumbu Mariani, melalui Kepala Bidang Kesiapsiagaan dan Pencegahan Abdul Rahim menambahkan, terkait penangulangan becana pihaknya juga sudah mesiagakan beberapa personil dan posko penangulangan bencana yang tersebar di seluruh kecamatan.
"Tujuan adanya pembanguna posko bencana tersebut untuk untuk kesiapan menghadapi bencana alam," tuturnya.
Pewarta: Sujud MarionoEditor : Imam Hanafi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.